RI Sempat Krisis Suplai Batu Bara Listrik, Ternyata Ini Penyelamatnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sempat mengalami krisis pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Atas hal itu, PT Bukit Asam (PTBA) menjadi salah satu penyelamat untuk mengalihkan suplai batu baranya ke PT PLN (Persero).
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengisahkan bahwa PLN mendatangi pihaknya secara langsung sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PTBA pelantikan direksi baru pada Juni 2026 lalu.
"Karena memang waktu tanggal 11 Juni kami diangkat lewat RUPS, tanggal 12-nya PLN datang, PLN. Dirut PLN datang, 'Pak, kami kehabisan batu bara.' 'Lho, kok bisa?' gitu kan. Tanggal 12 langsung datang. Apa masalahnya ini? 'Kami kehabisan stok ini.' 'Kok enggak bisa?' Ya sudah. Dirutnya bilang, 'Sudahlah, teman-teman direksi yang penting kita enggak menyalahi aturan, prioritaskan.' Jangan sampai waktu itu kan sudah mulai pemadaman bergilir. Mulai di sana mati, mati. Waduh, ini gimana sih ini?" ujar Bambang di Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).
Dia menyebutkan pihaknya mengalihkan fokus operasional untuk mengamankan kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nasional. Hingga Agustus 2026, PTBA mencatat pengiriman DMO sebesar 12,8 juta ton dari alokasi penugasan tahunan sebesar 17,8 juta ton.
"Ya sudah saya sampaikan ke PLN, 'Sudahlah, jangan mikir untung rugi dulu, yang penting rakyat itu listriknya nyala.' Itu dulu yang penting. Makanya waktu tanggal 12 rapat sebentar, putuskan kita suplai untuk PLN, nah gitu. Tapi catatan tahun depan harus tata kelola lebih baik," ungkapnya.
Dengan begitu, perusahaan bersama pemerintah mendorong perbaikan tata kelola DMO melalui skema terpusat Badan Layanan Umum (BLU). Sistem tersebut diharapkan bisa memastikan seluruh produsen tambang memenuhi alokasi DMO nasional dari total produksi batu bara Indonesia yang berkisar 700 juta hingga 800 juta ton per tahun.
"Jadi jangan ada lagi wong produksi batu bara kita kan setahun bisa 700-800 juta ton. PLN butuhnya hanya 138 juta ton. Lho kok bisa kurang? Nah itu ya, pasti ada sesuatu kan gitu. Makanya saya bilang, janganlah ada sesuatu itu gitu. Batu bara kan kelihatan, buka aja kamu setor berapa, berapa kan jelas. Makanya saya minta tata kelola diperbaiki," tandasnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]