KA Argo Bromo Tabrak KRL, Kondisi Windshield Lokomotif Disorot KNKT

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Senin, 05/10/2026 15:45 WIB
Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, penumpang KRL tercatat 7 orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis, Selasa (28/4/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti kondisi windshield lokomotif CC 206 KA Argo Bromo Anggrek (KA 4B) saat menabrak dengan KRL TM6000 (KA 5568A) di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu. Kondisi windshield ini yang menjadi poin identifikasi potensi bahaya.

Dikutip CNBC Indonesia dari dokumen KNKT, Senin (5/10/2026), kondisi windshield lokomotif yang mengalami goresan dan swirl mark menyebabkan terjadinya light scattering ketika terpapar cahaya lampu dari persinyalan dan lingkungan sekitar saat malam hari sehingga dapat mengganggu visibilitas Masinis.

"Gangguan visibilitas semacam ini meningkatkan risiko kegagalan mengidentifikasi aspek sinyal karena sumber cahaya lampu tampak lebih berpendar dengan penyebaran cahaya yang signifikan," ungkap KNKT.


Dari hasil wawancara diketahui bahwa kondisi tersebut mengganggu pandangan Masinis dan Asisten Masinis Lokomotif serta berpotensi meningkatkan kelelahan mata, namun hal ini tidak tercatat sebagai potensi bahaya.

KNKT menyebutkan seluruh lokomotif di lingkungan PT KAI (Persero) menggunakan windshield dengan material Polycarbonate sesuai dengan Nota Dinas dari Direktur Pengelolaan Sarana, PT. KAI (Persero) No. : 001/KR.203/R/XII/ 2015 perihal Penggantian Kaca Kabin Lokomotif menggunakan Polycarbonate.

Suasana saat proses evakuasi penumpang yang terjebak di rangkaian commuter line usai dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto) Foto: Suasana saat proses evakuasi penumpang yang terjebak di rangkaian commuter line usai dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

"Lokomotif KA 4B menggunakan windshield dengan material polycarbonate dengan kondisi saat ini ditemukan banyak goresan wiper dan swirl mark pada permukaan windshield lokomotif. Saat malam hari, sumber cahaya lampu terlihat tampak lebih berpendar dengan penyebaran cahaya yang signifikan (light scattering) dari kabin lokomotif yang menggunakan windshield polycarbonate dengan kondisi banyak goresan wiper dan swirl mark," tulis KNKT.

KNKT pun meminta KAI untuk memastikan kondisi windshield pada lokomotif selalu memenuhi aspek ergonomi dan keselamatan operasi KA melalui inspeksi, perawatan, serta penggantian secara berkala.

Bukan hanya itu, terdapat perbedaan respon antara status okupasi track 104AT dan 104BT terhadap perilaku Sinyal Keluar J12 St. Bekasi pada saat pembentukan rute. Sinyal keluar J12 dapat berfungsi sebagai indikasi berjalan hati-hati untuk Sinyal Blok B104 saat pembentukan rute status okupasi track 104AT "occupied". Sedangkan ketika 104AT "clear", tidak ada informasi yang dapat memberikan indikasi berjalan hati-hati terhadap aspek Sinyal Blok B104. Dalam kondisi ini, Masinis menghadapi aspek merah Sinyal Blok B104 pada kondisi di mana sinyal sebelumnya yaitu Sinyal Keluar J12 tidak memberikan peringatan aspek kuning sebagaimana ekspektasi operasi normal (Hijau - Kuning - Merah).

Hal ini dapat menyebabkan Masinis tidak dapat mengantisipasi dengan kecepatan yang sesuai untuk dapat berhenti di muka Sinyal Blok B104. Pada dokumen review desain tahun 2022, penggambaran aspek persinyalan digambarkan dalam hubungan signal to signal tanpa status okupasi track, sehingga perbedaan perilaku Sinyal Keluar J12 terhadap status okupasi track 104AT dan/ atau 104BT tidak tergambarkan. Dengan tidak tergambarkannya hal tersebut, maka kondisi ini tidak teridentifikasi sejak tahapan review desain, testing, hingga saat pengoperasian sampai dengan kecelakaan ini terjadi.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KAI Angkat Bos Buruh Ristadi Jadi Komisaris Perusahaan