Ubah Batu Bara Jadi Bensin & LPG, Pemerintah Siapkan Insentif Baru!
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal skema insentif untuk proyek hilirisasi batu bara melalui gasifikasi menjadi metanol. Metanol itu sendiri menjadi salah satu bahan untuk produksi bahan bakar minyak (BBM) ataupun menjadi dimethyl ether (DME) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema insentif baru untuk menarik investasi proyek tersebut. Hal itu seiring berakhirnya pemberian insentif tax holiday lantaran terdapat ketentuan pajak minimum global (global minimum tax).
"Insentif itu kan ini kita ada mekanisme insentif baru. Jadi tax holiday ini kan berakhir. Dengan adanya global minimum tax, ini kan juga harus ada mekanisme baru. Walaupun ini kita memberikan tax holiday, pada saat ada perjanjian atau ini pelaksanaan global minimum tax, ini negara asal investor kan akan memungut 15%," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Senin (5/10/2026).
Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah sedang merumuskan mekanisme insentif baru menggantikan tax holiday konvensional. Tidak lain hal itu agar fasilitas fiskal Indonesia tetap kompetitif tanpa terkena penarikan pajak oleh negara asal investor akibat aturan global minimum tax sebesar 15%.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, dari tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan normal sebesar 22% di Indonesia, pemerintah masih dapat memberikan fasilitas pemotongan pajak sebesar 7% bagi pelaku usaha. Skema tersebut dinilai ideal karena tetap menarik bagi calon investor sekaligus menjaga penerimaan negara di kisaran 15%.
"Jadi kalau dari tarif pajak kita sekitar 22% pajak penghasilan, jadi kalau kita sesuaikan dengan global minimum tax, berarti masih bisa kita berikan ini fasilitas ini sekitar 7%. Ya kemudian pemerintah masih mendapat 15%. Jadi enggak bukan ini dengan insentif ini kan akan menjadi daya tarik, tetapi pemerintah memiliki ruang fiskal untuk itu penerimaan negara," katanya.
Yuliot membeberkan, investasi proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol sejauh ini telah masuk di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pemerintah mendorong agar produk metanol hasil gasifikasi tersebut dikembangkan secara berantai menjadi berbagai bahan bakar turunan.
"Enggak, ini kan ini kemarin yang gasifikasi batu bara jadi metanol ini kan sudah ada investasi yang masuk, yang di Kalimantan Timur di Kutai Timur. Ya kita mengharapkan dari metanol itu kan juga bisa dilakukan untuk pengolahan lebih lanjut, ini apakah sebagai bahan baku biodiesel ya atau ini bisa diolah lebih lanjut dengan proses kimia menjadi metanol kan dimethyl ether atau DME ataupun itu bisa menjadi bensin juga," tandasnya.
(pgr/pgr)