MARKET DATA

AMRO Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026-2027, Makin Tumbuh Kencang!

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
05 October 2026 12:35
Thousands of police and soldiers watch the unveiling of the summit logo during a send off ceremony and deployment to provide security for next week's ASEAN Summit and other related summits which the country is hosting in Manila, Philippines Sunday, N
Foto: Filipina ASEAN Summit (AP/Bullit Marquez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga riset internasional AMRO atau ASEAN+3 Macroeconomic Research Office merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara-negara ASEAN, dalam Quarterly Update of the ASEAN+3 Regional Economic Outlook.

Pertumbuhan ekonomi ASEAN sendiri menurut tim ekonom AMRO akan mengalami kenaikan menjadi 4,9% dari ramalan sebelumnya 4,8%, sedangkan pada 2027 tetap dipertahankan di level 4,7%.

Daya dorong laju pertumbuhan ekonomi di kawasan ini menurut AMRO lebih dipicu oleh tren investasi kecerdasan buatan atau AI, yang mendorong permintaan perangkat penyimpanan data atau data center, jaringan, hingga produk elektronik lainnya.

"Memanfaatkan kapabilitas manufaktur ASEAN yang telah mapan, sementara pembangunan pusat data (data center) menambah saluran investasi melalui sektor konstruksi dan peralatan terkait," dikutip dari laporan terbaru AMRO, Senin (5/10/2026).

Menurut tim ekonom AMRO, revisi ke atas terhadap proyeksi belanja modal (capital expenditure) dari perusahaan-perusahaan teknologi besar AS juga telah mengindikasikan tingginya permintaan yang berkelanjutan terhadap kapasitas komputasi. Keuntungan ini membantu mengimbangi peningkatan biaya produksi dan logistik serta tekanan terhadap daya beli rumah tangga.

Di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi yang membaik, AMRO menilai tekanan inflasi di kawasan masih akan tetap rendah, meski ASEAN menghadapi kerentanan yang lebih besar terhadap harga pangan.

Inflasi umum (headline inflation) diproyeksikan sebesar 1,6% pada tahun 2026 dan 1,7% pada tahun 2027. Proyeksi tahun 2026 tidak mengalami perubahan dari bulan Juli, sementara proyeksi tahun 2027 meningkat 0,1 poin persentase akibat biaya energi dan transportasi serta potensi tekanan harga pangan terkait El Niño.

Inflasi ASEAN diperkirakan akan mengalami kenaikan pada 2026 menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6%, dan pada 2027 diproyeksikan sebesar 3,4% dari sebelumnya 3,1%.

Menurut AMRO, dampak El Niño terhadap produksi pertanian dapat memperpanjang tekanan harga pangan hingga tahun 2027, melampaui puncak meteorologisnya. Kerentanan ini juga meluas hingga ke luar negara-negara yang mengalami kerugian hasil pertanian, karena negara-negara yang bergantung pada impor harus menghadapi kenaikan harga pangan internasional.

Kerugian riil akan bergantung pada kondisi cuaca lokal serta seberapa efektif irigasi, cadangan air, stok pangan, dan pengaturan impor dalam meredam kejutan (shock) tersebut.

Bobot pangan dan subsidi akan menentukan tingkat penerusan dampak (pass-through) ke harga konsumen. Inflasi inti (core inflation) diperkirakan relatif terkendali di tengah moderatnya permintaan domestik di sebagian besar kawasan.

Adapun rincian dari proyeksi pertumbuhan masing-masing negara ASEAN sebagai berikut, dari yang tertinggi ke terendah:

- Vietnam diproyeksikan meningkat menjadi 8% pada 2026 dari sebelumny 7,5% dan pada 2027 menjadi 7,6% dari sebelumnya 7,3%.

- Indonesia 5,3% pada 2026 dari proyeksi seelmya hanya 5%, dan pada 2027 menjadi 5,2% dari sebelumnya 5,1%.

- Malaysia 5,1% pada 2026 dari sebelumnya 4,9%, dan pada 2027 menjadi 4,8% dari sebelumnya 4,7%.

- Singapura 4,8% pada 2026, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan pada 2027 menjadi 3,0% dari sebelumnya 3,1%.

- Laos 4,6% pada 2026, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan pada 2027 menjadi 4,7%, juga tidak berubah.

- Kamboja direvisi turun menjadi 3,9% pada 2026 dari sebelumnya 4,2%, sedangkan pada 2027 tetap 4,9%.

- Filipina direvisi turun menjadi 3,3% pada 2026 dari sebelumnya 4,1%, dan pada 2027 menjadi 4,6% dari sebelumnya 5,5%.

- Myanmar 2,5% pada 2026, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan pada 2027 juga tetap 2,5%.

- Thailand 2,4% pada 2026, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan pada 2027 direvisi turun menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,5%.

- Brunei Darussalam 1,9% pada 2026, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan pada 2027 sebesar 1,7%, juga tidak berubah.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Malaysia Lewat! ADB Ramal Ekonomi RI Tercepat Kedua di ASEAN


Most Popular
Features