Iran Tegas Tutup Selat Hormuz sampai AS Penuhi Syarat
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran memastikan akan terus menutup rapat Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi tujuh syarat perjanjian ementara.
AS diketahui telah mengirimkan balasan proposal diplomatik kepada Iran beberapa waktu lalu. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut periode tarik ulur yang dilakukan AS telah berakhir.
"Pihak Amerika, yang mengatakan hal berbeda di media, baru saja mengajukan proposal lewat seorang mediator. Namun mereka perlu tahu periode mengulur-ulur proses dan mendikte tuntutan sepihak telah berakhir," tegasnya dikutip dari Arab News, Minggu (4/10/2026).
Dia juga kembali menegaskan Iran tidak akan membuka Selat Hormuz hingga syarat dipenuhi berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
Terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan rencana penyelesaian yang diajukan Teheran jika diterima dapat membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari ke depan.
Dia juga menyinggung soal syarat pembukaan kembali selat yang harus diterima oleh AS dalam kesempatan tersebut.
Iran sendiri, Araghchi mengatakan berharap AS bisa memilih diplomasi. Namun negaranya juga siap mengambil tindakan apapun dari sikap Washington, termasuk jika memilih jalur militer.
Bahkan Araghchi memastikan Iran lebih siap dari sebelumnya untuk melakukan tindakan apapun kepada AS.
"Jika mereka kembali pada solusi militer, kami lebih siap dari sebelumnya dan akan mengambil tindakan apapun untuk membela diri," ucapnya.
(hsy/hsy)