Pemerintah RI Tawarkan 76 Proyek KPBU Rp1,13 Triliun, Ini Daftarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah proyek strategis yang bisa digarap melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Seluruh proyek tersebut termuat secara detail dalam PPP Book 2026. Terdiri dari 76 proyek senilai US$ 63,45 miliar atau setara Rp 1,13 triliun (kurs Rp17.888/US$) di lebih dari 10 sektor, yang membuka berbagai peluang partisipasi badan usaha.
"Keberhasilan Pembangunan Nasional bukan hanya diukur dari berapa banyak proyek yang dapat direncanakan atau ditawarkan kepada investor, tetapi dari berapa banyak proyek yang dapat diwujudkan menjadi investasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan (PIP) Kementerian PPN/Bappenas, Putut Hari Satya dikutip dari siaran pers, Minggu (4/10/2026).
Peran badan usaha dalam proyek-proyek yang bisa digarap dalam skema KPBU itu tidak terbatas sebagai investor, tetapi juga dapat dilakukan melalui dukungan pembiayaan maupun sebagai pemrakarsa proyek KPBU.
Kalangan dunia usaha sendiri telah meluncurkan Satgas Kadin KPBU dan Pembiayaan Strategis Inovatif untuk merespons daftar proyek yang telah dirancang pemerintah itu.
Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, menjelaskan bahwa Satgas ini berfungsi sebagai jembatan koordinasi dan kurasi proyek prioritas guna mengatasi kendala investasi, khususnya pada proyek KPBU unsolicited.
"Melalui sinergi tersebut Kadin sebagai mitra strategis pemerintah berkomitmen memberikan kontribusi optimal dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Bayu.
Adapun ringkasan daftar proyek yang termuat dalam PPP Book 2026 sebagai berikut:
Under Preparation (Dalam Tahap Penyiapan)
- Kereta Api Perkotaan Metropolitan Bandung (Bandung Metropolitan Urban Railway) dengan nilai CAPEX USD 96.90 Million dan OPEX USD 19.70 Million (1st year operation)
- Jalan Tol Dalam Kota Bandung (Bandung Intra Urban Toll Road - BIUTR) dengan nilai CAPEX USD 763.03 Million dan OPEX Under Calculation
- Jalan Tol Pejagan-Cilacap (Pejagan-Cilacap Toll Road) dengan nilai CAPEX USD 1,233.82 Million dan OPEX USD 1,649.09 Million
- Jalan Tol Gedebage─Tasikmalaya (Gedebage-Tasikmalaya Toll Road) dengan nilai CAPEX USD 1,842.50 Million dan OPEX Under Calculation
- Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang (Giant Sea Wall Development) dengan nilai CAPEX USD 32,000.00 Million dan OPEX Under Calculation
- Sistem Penyediaan Air Minum Karo (Karo Water Supply System) dengan nilai CAPEX USD 13.86 Million dan OPEX USD 16.27 Million
- Penerangan Jalan Umum Ternate (Ternate Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 4.58 Million dan OPEX USD 2.96 Million
- Penerangan Jalan Umum Medan (Medan Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 79.62 Million dan OPEX USD 33.63 Million
- Penerangan Jalan Umum Bogor (Bogor Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 51.21 Million dan OPEX Under Calculation
- Penerangan Jalan Umum Sleman (Sleman Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 10.17 Million dan OPEX USD 83,235/year
- Penerangan Jalan Umum Batang (Batang Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 8.28 Million dan OPEX USD 146,419/year
- Penerangan Jalan Umum Batu Bara (Batu Bara Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 5.73 Million dan OPEX USD 117,409/year
- Penerangan Jalan Umum Metro (Metro Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 5.30 Million dan OPEX USD 151,515/year
- Penerangan Jalan Umum Kupang (Kupang Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 2.50 Million dan OPEX USD 1.30 Million -
- Penerangan Jalan Umum Lombok Utara (North Lombok Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 8.10 Million dan OPEX USD 1.24 Million
- Penerangan Jalan Umum Cirebon (Cirebon Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 6.92 Million dan OPEX USD 105,333/year
- Penerangan Jalan Umum Brebes (Brebes Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 6.90 Million dan OPEX USD 105,333/year
0 Revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana (Revitalization of the Gadarata Singasana Main Market) dengan nilai CAPEX USD 39.73 Million dan OPEX USD 68.36 Million
- Pembangunan dan Pengelolaan Armada Kapal Riset Nasional (Development and Management of National Research Vessel Fleet) dengan nilai CAPEX USD 86.18 Million dan OPEX USD 261.99 Million
- Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya (Wangaya General Hospital) dengan nilai CAPEX USD 36.36 Million dan OPEX Under Calculation
- Rumah Sakit Umum Daerah Kabanjahe Karo (Kabanjahe Karo General Hospital) dengan nilai CAPEX USD 25.76 Million dan OPEX USD 3.71 Million
- Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan (Kanjuruhan General Hospital) dengan nilai CAPEX USD 18.03 Million dan OPEX USD 76.19 Million
- Pembangunan Laboratorium Karantina (Quarantine Laboratorium Development) dengan nilai CAPEX USD 20.63 Million dan OPEX USD 8.01 Million/year
Under Procurement Process (Dalam Proses Pengadaan)
- Pengembangan Bandara Singkawang (Development of Singkawang Airport) dengan nilai CAPEX USD 50.97 Million dan OPEX USD 252.21 Million
- Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat (South Sentul-West Karawang Toll Road) dengan nilai CAPEX USD 2,191.82 Million dan OPEX Limited Information
- Penerangan Jalan Umum Bandung (Bandung Street Lighting) dengan nilai CAPEX USD 12.12 Million dan OPEX USD 484,400/year
- Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis (Inche Abdoel Moeis General Hospital) dengan nilai CAPEX USD 25.88 Million dan OPEX USD 11.88 Million
(arj/arj)