Dorong Pembangunan di Sumbar, Wamendagri Bima Tekankan Hal Ini!

Umiza, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 18:27 WIB
Foto: Wamendagri, Bima Arya Sugiarto

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko bencana. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Sumbar di Kantor DPRD Provinsi Sumbar, Kota Padang pada Kamis (1/10/2026).

"81 tahun Sumatera Barat adalah cerita, kisah bagaimana rakyat Sumatera Barat mengubah semua ujian, segenap tantangan, seluruh kesempatan menjadi ketangguhan dan berujung pada kemajuan," ujar Bima.


Menurut Bima, capaian pembangunan Sumbar tercermin dari sejumlah indikator yang berada di atas rata-rata nasional, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi. Capaian tersebut menjadi modal bagi Sumbar untuk melanjutkan pembangunan daerah.

Meskipun begitu, kemajuan daerah tidak cukup dilihat dari pembangunan infrastruktur dan kualitas pelayanan dasar. Perlu adanya peran pemerintah dan masyarakat dalam melindungi kehidupan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan ketika menghadapi berbagai risiko.

"Daerah yang tangguh bukan hanya daerah yang siap menghadapi bencana saja, tetapi daerah yang tangguh adalah daerah yang tidak pernah membiarkan bencana merampas masa depan," tegas Bima.

Dalam hal ketangguhan daerah, Bima mengapresiasi langkah Sumbar yang telah memasukkan dimensi kebencanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025-2029.

Menurutnya, pencantuman aspek kebencanaan menunjukkan bahwa antisipasi terhadap risiko bencana telah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, kebijakan pembangunan tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan berbagai risiko di masa mendatang.

Selain ketangguhan terhadap bencana, Bima menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, para pemimpin daerah perlu mempersiapkan generasi mendatang agar pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan infrastruktur.

Bima menilai Sumbar memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Modal tersebut dapat bersumber dari nilai agama dan adat, jejaring perantauan dan ikatan nagari, serta daya juang dan inovasi yang diwariskan lintas generasi.

Menurutnya, berbagai kekuatan tersebut perlu dihubungkan dengan tata kelola modern, investasi produktif, dan inovasi. Upaya itu juga perlu dibarengi dengan mendorong lahirnya generasi baru Sumbar yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

"Tidak ada alasan bagi Minangkabau untuk tidak mendunia. Kita menunggu, kita mendoakan, kita mengharapkan bukan saja nasi Padang yang mendunia, bukan saja tari piring yang mendunia, tetapi juga intelektual, profesor, guru besar, pemikir dari Sumatera Barat akan mendunia," pungkas Bima.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perizinan Dipercepat, Batam Incar Investasi Rp. 66 M