MARKET DATA
Internasional

Petaka Bakal Makin Sering Serang Dunia, Terkuat yang Pernah Tercatat

sef,  CNBC Indonesia
03 September 2026 20:00
A satellite image shows Tropical Storm Edouard over the Gulf of Mexico, August 31, 2026. NASA WORLDVIEW/Handout via REUTERS    THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT
Foto: Ilustrasi (via REUTERS/NASA WORLDVIEW)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena cuaca El Nino akan semakin meningkat pada tahun 2027 dan bisa menjadi yang terkuat yang pernah ada. Bahkan, hal ini akan meningkatkan risiko cuaca ekstrem hingga tahun depan.

"Jika tren ini terus berlanjut, maka hal ini mungkin akan menjadi lebih kuat dari apa pun sejak pemantauan kami dimulai," kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, WMO, Celeste Saulo pada konferensi pers di Jenewa, Kamis (3/9/2026).

"Benar-benar di luar grafik yang telah kami gunakan selama empat dekade terakhir," tambahnya dimuat Reuters.

Badan cuaca PBB itu mengatakan dalam perkiraannya, hampir 100% El Nino akan berlanjut hingga Februari 2027. Suhu Samudra Pasifik yang sangat hangat menjadi penyebab.

Saulo mengatakan WMO meningkatkan upaya kesiap-siagaan dan peringatan dini sebagai persiapan.

"WMO berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra-mitra di PBB dan sistem kemanusiaan untuk memberikan intelijen iklim dan wawasan yang diperlukan untuk mendukung manajemen bencana dan sektor-sektor sensitif terhadap iklim seperti pertanian, kesehatan, energi dan sumber daya air," katanya.

Perlu diketahui, El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut secara berkala di Pasifik bagian timur yang disebabkan oleh melemahnya angin pasat. Hal ini terjadi secara alami setiap dua hingga tujuh tahun dan cenderung berlangsung hingga 12 bulan, menyebabkan hujan lebat dan kekeringan di seluruh Amerika Latin.

Fenomena tahun ini telah berdampak pada komoditas lunak di daerah tropis, menyebabkan krisis pangan yang parah di Koridor Kering Amerika Tengah. Hal ini diperkirakan akan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun ini.

El Nino yang sangat kuat dapat secara signifikan mengubah pola curah hujan dan suhu di seluruh dunia. Hal itu dapat memicu cuaca ekstrem, seperti topan.

"El Nino menjadi sangat besar di depan mata kita. Ilmu pengetahuan tidak diragukan lagi: Planet ini berada di perairan yang belum dipetakan, dan perairan tersebut sedang memanas," tambah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

(sef/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dunia Dihantam Neraka Bolong, Sekjen PBB Beri Ramalan Mengerikan


Most Popular
Features