FOTO Internasional

Potret "Tanda Kiamat" Terlihat Jelas di Swiss

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 16:00 WIB

Gletser Swiss kehilangan lebih dari 5% volume es pada 2026 akibat minim salju dan gelombang panas. Dalam lima tahun, hampir seperlima es telah hilang.

1/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Para pendaki berjalan di atas moraine Gletser Mont Mine saat cuaca musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle, dekat Evolene, Swiss. Gletser di negara tersebut menyusut dengan cepat setelah mengalami salah satu periode kehilangan es terburuk akibat gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa. (REUTERS/Denis Balibouse)

2/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Dilansir Reuters Kamis (1/10/2026), laporan Swiss Glacier Monitoring Network (GLAMOS) dan Swiss Commission for Cryosphere Observation dari Swiss Academy of Sciences menunjukkan gletser Swiss kehilangan lebih dari 5% volume esnya pada 2026. Direktur GLAMOS Matthias Huss mengatakan kondisi tersebut menunjukkan gletser kini menghadapi masa ketika pencairan es berlangsung semakin cepat.  (REUTERS/Denis Balibouse)

3/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Pencairan ekstrem tahun ini dipicu kombinasi musim dingin dengan curah salju yang terlalu sedikit dan suhu musim panas yang memecahkan rekor. Dalam lima tahun terakhir, gletser Swiss telah kehilangan hampir seperlima volume esnya. (REUTERS/Denis Balibouse)

4/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

“Kami melihat tahun-tahun ekstrem hampir setiap tahun sekarang dan ini benar-benar situasi yang mengkhawatirkan,” kata Huss. Meski demikian, laju kehilangan es pada 2026 belum menyamai rekor 2022. Saat itu, debu dari Afrika Utara mengendap di permukaan salju dan mempercepat proses pencairan. (REUTERS/Denis Balibouse)

5/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Gletser Aletsch, yang merupakan gletser terbesar di Swiss, mengalami pencairan terbesar sepanjang sejarah pengukurannya. Sementara itu, Glacier de Tsanfleuron kehilangan rata-rata ketebalan es lebih dari empat meter tahun ini, kondisi yang menurut Huss tidak terpikirkan beberapa tahun lalu. (REUTERS/Denis Balibouse)

6/6 Para pendaki berjalan di atas moraine di gletser Mont Mine pada hari musim panas yang hangat di tengah perubahan iklim di Ferpecle dekat Evolene, Swiss, 3 September 2026. (REUTERS/Denis Balibouse)

Para ilmuwan memperkirakan gletser Swiss kehilangan sekitar 2,2 triliun liter air hanya dalam periode Juli hingga September. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari empat kali konsumsi air minum tahunan seluruh rumah tangga di Swiss. Pencairan gletser memang memiliki satu dampak positif karena membantu mengurangi kekurangan air selama musim panas. Namun, Huss mengatakan manfaat tersebut semakin berkurang seiring menyusutnya wilayah yang tertutup es dan ukuran gletser. (REUTERS/Denis Balibouse)