Pesawat Boeing 787-9 Eror saat Lepas Landas, Bawa 271 Penumpang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat Boeing 787-9 milik maskapai Vietnam Airlines dilaporkan mengalami insiden serius saat lepas landas dari Bandara Munich, Jerman. Data awal penyelidikan menunjukkan sistem pengereman pesawat sempat aktif sebelum pesawat keluar landasan (runway overrun).
Mengutip Reuters, Selasa (29/9/2026), laporan sementara Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat Federal Jerman (BFU) menemukan adanya beberapa kali aktivasi rem ketika pesawat melakukan akselerasi untuk lepas landas pada 15 Agustus 2026. Pesawat dengan rute Munich menuju Hanoi itu membawa 271 penumpang, 12 awak kabin, dan empat pilot.
Data perekam penerbangan menunjukkan adanya pergerakan pedal rem di sisi kiri pesawat yang diikuti aktivasi sistem pengereman tidak lama setelah pesawat mulai bergerak di landasan. Aktivasi pengereman kedua juga tercatat terjadi beberapa saat sebelum pesawat mencapai kecepatan untuk mengangkat hidung (rotation).
Namun, penyelidik belum memastikan apakah pengereman tersebut terjadi akibat tindakan pilot atau gangguan teknis pada sistem pesawat. Meski mengalami kerusakan cukup besar setelah keluar landasan, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Pesawat Terbang dari Area Rumput
Dalam laporan BFU disebutkan kecepatan pesawat sempat berada di sekitar 168 knot atau sekitar 311 km/jam selama 18 detik ketika proses lepas landas. Setelah itu, tenaga mesin ditingkatkan oleh kopilot yang berada di kursi kanan sebelum pesawat akhirnya terangkat.
Pesawat kemudian lepas landas dari area rumput di luar ujung landasan dan melewati area aman (clearway). Bagian ekor serta kedua roda utama pesawat menghantam sistem lampu pendekatan bandara.
Benturan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada pesawat. Setelah berhasil mengudara, pilot utama mengambil alih kendali.
Kru kemudian membuang sekitar 62 ton bahan bakar sebelum kembali ke Bandara Munich dan melakukan pendaratan aman sekitar dua jam kemudian. Pemeriksaan setelah mendarat menemukan empat ban pada roda utama kiri mengalami kerusakan.
Investigasi Masih Berjalan
BFU mengatakan sejumlah komponen terkait sistem pengereman dan bagian pesawat lainnya telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidik juga menghadapi keterbatasan karena rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder) saat proses lepas landas tidak tersedia.
Rekaman tersebut tertimpa data baru karena perangkat hanya menyimpan percakapan selama dua jam. Hingga kini belum ada kesimpulan akhir terkait penyebab insiden.
Para ahli penerbangan menyebut kecelakaan udara biasanya terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, sehingga proses investigasi dapat berlangsung lebih dari satu tahun sebelum hasil final diumumkan. Vietnam Airlines belum memberikan komentar terkait laporan sementara tersebut.