FOTO

Tenang! Beras Curah di Warung-Pasar Berlimpah, Ini Penampakannya

CNBC Indonesia/Tri Susilo, CNBC Indonesia
Selasa, 29/09/2026 15:55 WIB

Gedung Putih pertimbangkan perluasan penggunaan solar merah untuk tekan harga energi, meski berpotensi mengurangi penerimaan pajak bahan bakar.

1/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). Tampak tumpukan beras curah, meski beras kemasan ukuran 5 kg dari berbagai merek premium yang selama ini mengisi toko-toko beras hampir tak terlihat. Berdasarkan pengecekan Satgas Pangan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), harga beras premium di tingkat pedagang saat ini berada di sekitar Rp14.200 per kg. Angka tersebut masih berada di bawah HET Rp14.900 per kg.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Saat beras curah tampak berlimpah di pasar, kelangkaan beras kemasan 10 kg kini ikut terpantau di sejumlah toko sembako di Pasar Parung yang berada di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Jawa Barat. Pedagang menyebut stok beras ukuran tersebut sudah lama tidak tersedia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

3/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sejumlah pedagang masih menjual beras yang tersisa dengan harga yang telah mengalami kenaikan. Mereka menyebut pasokan beras kemasan 10 kg belum kembali normal dalam beberapa waktu terakhir. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

4/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Darman (57) mengatakan kelangkaan beras, baik jenis premium maupun medium, mulai dirasakan sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah toko sembako di Pasar Parung. Ia menyebut kelangkaan diduga berkaitan dengan penyesuaian harga dari pihak pabrik. Setelah harga disesuaikan, pasokan baru biasanya kembali didistribusikan ke pasar. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

5/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Penampakan berbeda di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Beras curah maupun beras kemasan sama-sama berlimpah di lokasi ini. CNBC Indonesia/Tri Susilo)

6/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Seperti diketahui, saat ini terjadi kelangkaan beras premium/ medium kemasan ukuran 2,5 kg, 5kg maupun 10 kg di sejumlah ritel modern. Yang terlihat hanya beberapa karung kemasan 5kg atau 10 kg beras. Seperti di salah satu swalayan di Bekasi, yang biasanya beras-beras numpuk tinggi, yang dipajang kini hanya beberapa karung beras saja. Sementara di warung-warung sembako maupun di pasar, beras-beras curah banyak terlihat.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

7/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan, langkanya beras premium kemasan di ritel modern karena produsen yang sebelumnya memasok beras fortifikasi ke ritel modern kini tidak lagi memproduksi produk tersebut. "Jadi terkait masalah kelangkaan di ritel modern, itu adalah sebagai efek dari mungkin, produsen-produsen yang kemarin menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern, itu kan nggak boleh lagi memproduksi beras fortifikasi," kata Hermawan kepada CNBC Indonesia, Selasa (29/9/2026).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

8/8 Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menurutnya, penghentian produksi tersebut dilakukan setelah hasil pengawasan Bapanas bersama Satgas Pangan, menemukan ketidaksesuaian antara kandungan nutrisi dengan klaim yang tercantum pada label produk. "Itu berdasarkan hasil laboratorium. Dan saat ini lagi dievaluasi sama Satgas Pangan Polri," ujarnya. Hermawan mengatakan, hampir 90% produksi beras fortifikasi yang diperiksa disebut bermasalah. Karena itu, produk-produk tersebut diperintahkan untuk ditarik dari peredaran di ritel modern. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)