Internasional

Ilmuwan Yakin Gundukan di Gunung Turki Sisa Kapal 'Raksasa' Nabi Nuh

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Sabtu, 26/09/2026 21:45 WIB
Foto: Mfikretyilmaz/CC0

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim peneliti yang menyelidiki gundukan berbentuk perahu di dekat Gunung Ararat di Turki menyatakan bahwa bukti baru menunjukkan situs tersebut merupakan struktur buatan manusia kuno, dan kemungkinan besar adalah sisa-sisa Bahtera Nuh.

Mengutip Yahoo Mail, Sabtu (26/09/2026), formasi yang dikenal sebagai situs Durupınar itu sejatinya telah dipelajari selama beberapa dekade. Dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (22/9/2026) dengan Daily Mail, tim peneliti internasional mengeklaim bahwa mereka kini telah 100% mengonfirmasi bahwa struktur tersebut buatan manusia, bukan fitur geologis alami dari pegunungan sekitarnya.

Para peneliti juga menetapkan bahwa situs tersebut tidak terdiri dari batuan dasar padat atau batu kapur. Pendiri organisasi Noah's Ark Scans, Andrew Jones, yang berperan penting dalam memajukan riset ini, menyebut temuan baru tersebut sebagai sebuah titik balik dalam penyelidikan mereka.


"Ini menghancurkan teori bahwa situs tersebut adalah balok batu kapur padat yang dibentuk menyerupai perahu oleh gletser dan pelapukan setelah turun dari lereng gunung," tutur Jones.

"Dan ini juga membantah teori bahwa ini adalah batuan dasar di mana lumpur mengalir di sekitarnya untuk membentuk pola tersebut," paparnya.

Berdasarkan beberapa interpretasi kisah alkitabiah dalam Kitab Kejadian, Bahtera Nuh dibangun sekitar 4.300 tahun yang lalu untuk melindungi manusia dan spesies hewan dari bencana banjir dahsyat. Dalam kisah tersebut, Tuhan menginstruksikan Nuh untuk membangun kapal dengan tiga geladak. Pihak peneliti mengungkapkan bahwa hasil pemindaian mereka secara mengejutkan menunjukkan bahwa lapisan bawah formasi itu juga terbagi menjadi tiga bagian yang dipenuhi dengan banyak ruang, koridor, dan terowongan.

Jones, yang memiliki latar belakang di bidang pengembangan perangkat lunak, telah mempelajari situs tersebut sejak kunjungan pertamanya pada tahun 1997. Ia mengonfirmasi bahwa timnya telah menemukan bahan organik yang kini sedang diuji untuk melacak jejak kayu yang membusuk.

Melalui siaran pers pada hari Rabu (23/9/2026), Jones menggambarkan momen terobosan yang terjadi selama pengeboran inti di situs tersebut, di mana mesin bor yang telah menembus material di atasnya tiba-tiba menghantam lapisan keras yang tak terduga hingga mata bornya hancur.

Jones menyebut bahwa kayu yang membatu atau sangat termineralisasi merupakan dua kemungkinan yang diharapkan dapat dikonfirmasi oleh tim melalui pengujian laboratorium independen. Sebelumnya, berbagai investigasi lawas sempat menyimpulkan bahwa situs berbentuk perahu tersebut terbentuk secara alami.

Kendati sampel terbaru dari timnya masih menjalani pengujian untuk menentukan apa yang sebenarnya ada di bawah gundukan tersebut, Jones tidak menyembunyikan keyakinannya.

"Saya yakin ini adalah Bahtera Nuh," tegasnya.

"Itulah sebabnya saya menempatkan situs Durupınar pada pengujian paling ketat yang memungkinkan


(tps/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BUK Migas Kelola Petroleum Fund Untuk Perluas Eksplorasi Migas


Related Articles