KAI Mau Impor 23 Trainset KRL Bekas Jepang, Ini Respons Menhub

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 18:50 WIB
Foto: Penumpang kereta saat menaiki kereta Api tujuan Tn Abang di Kawasan Stasiun Manggarai Rabu (5/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara mengenai rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor kereta rel listrik (KRL) impor bekas dari Jepang untuk menambah armada KRL Jabodetabek. Dudy mengatakan hingga saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menerima pengajuan resmi dari KAI terkait rencana tersebut. Dengan demikian, belum ada pembahasan lebih lanjut di Kemenhub mengenai rencana impor KRL bekas itu.

"KAI belum masukin ke saya," ujar Dudy di gedung DPR, Kamis (24/9/2026).

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pengadaan pemerintah semaksimal mungkin menggunakan produk dalam negeri, Dudy mengatakan Kemenhub akan menjalankan arahan tersebut.


"Ya tentunya apa yang menjadi harapan presiden harus kita laksanakan," ujarnya.

Sebelumnya, KAI mengusulkan pengadaan 23 trainset KRL bukan baru dari Jepang sebagai solusi sementara untuk mengejar kebutuhan kapasitas angkutan Jabodetabek. Usulan tersebut muncul di tengah pertumbuhan jumlah penumpang dan kebutuhan penggantian sejumlah armada lama.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan 23 trainset yang diusulkan terdiri atas tujuh rangkaian dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 rangkaian dengan formasi delapan kereta atau SF8.

"Jumlah yang kami usulkan untuk bridging ini, yang kereta yang tidak baru ini, itu ada 7 trainset dengan SF12. Kemudian plus dengan 16 train set dengan SF8," ujar Bobby di DPR, Rabu (23/9/26).

Pembagian formasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kapasitas penumpang. KAI harus menyesuaikannya dengan kondisi peron di sejumlah stasiun yang belum seluruhnya mampu melayani rangkaian dengan 12 kereta.

"Misalnya loop line-nya yang dari Tanjung Priok ke Kota itu peronnya pendek-pendek. Jadi kalau kita pasang SF12 nggak optimum dia. Jadi makanya kami mengusulkan itu adalah 7 SF12 kemudian 16 SF8," jelas Bobby.

Kebutuhan penambahan armada semakin mendesak seiring pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek. Pada semester I-2026, jumlah penumpang tumbuh 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rata-rata jumlah pengguna KRL kini mencapai sekitar 1,1 juta penumpang per hari dan pada kondisi tertentu dapat mencapai 1,3 juta penumpang. Di saat yang sama, KAI juga harus menghadapi armada yang telah berusia lebih dari 40 tahun.

Komisi VI DPR RI juga telah memberikan persetujuan kepada KAI untuk melakukan impor rangkaian KRL bukan baru tersebut. Dalam kesimpulan rapat, impor ditempatkan sebagai bagian dari solusi pemenuhan kapasitas angkutan, sembari industri perkeretaapian dalam negeri terus ditingkatkan.

"Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat bersama KAI, Rabu (23/9/2026).


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KAI Bakal Impor 23 Kereta Bekas dari Jepang, DPR Sudah Setuju