MARKET DATA

Awas Chaos! Jumlah Penumpang 1,1 Juta, Tapi 92 KRL RI Berumur 40 Tahun

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
23 September 2026 17:47
Penumpang KRL Commuter Line terlihat beraktivitas di Stasiun Karet, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Penumpang KRL Commuter Line terlihat beraktivitas di Stasiun Karet, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebutuhan armada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek diperkirakan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memproyeksikan sebanyak 87 trainset harus diganti hingga 2031 seiring bertambahnya usia armada.

Kebutuhan penggantian tersebut tidak terlepas dari usia kereta yang saat ini beroperasi. KAI mengungkapkan terdapat puluhan trainset yang telah berusia sekitar 40 tahun, sementara standar penggunaan trainset berada di kisaran 20 tahun.

"Pada saat ini kita punya 92 trainset yang umurnya sudah 40 tahun. Ini yang akan pelan-pelan kita konservasi," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/26).

Persoalan usia armada semakin mendesak karena jumlah penumpang KRL terus bertambah. Pada semester I 2026, pertumbuhan penumpang mencapai 11,5% dibandingkan semester I 2025. Rata-rata penumpang harian yang sebelumnya masih di bawah 1 juta orang kini telah mencapai sekitar 1,1 juta orang. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dari asumsi konservatif yang digunakan dalam proyeksi kebutuhan armada.

Calon penumpang memadati peron Stasiun Manggarai-Depok-Bogor-Nambo, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Calon penumpang memadati peron Stasiun Manggarai-Depok-Bogor-Nambo, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Calon penumpang memadati peron Stasiun Manggarai-Depok-Bogor-Nambo, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Untuk 2026, KAI memperkirakan kebutuhan trainset mencapai 104 unit dengan asumsi 1 juta penumpang per hari. Perhitungan tersebut sudah mencakup kebutuhan operasional, cadangan sekitar 3%, dan kebutuhan perawatan sekitar 16%. Sementara itu, jumlah sarana pada awal 2026 baru mencapai 102 trainset. Di saat kebutuhan meningkat, sebagian kereta tua juga harus dipensiunkan.

KAI memproyeksikan persoalan tersebut semakin berat pada 2029. Pada tahun tersebut, sejumlah besar trainset diperkirakan telah mencapai usia sekitar 45 tahun.

"Yang paling tinggi itu ada di 2029. Ketika trainset-trainset kita ini sudah berumur 45. Sudah berumur 45. 45 ini kita sudah tidak deal, satu sparepart-nya sudah tidak ada. Yang kedua, secara metal dia sudah mulai fatigue," katanya.

Secara keseluruhan, sampai 2031 KAI memperkirakan perlu mengganti 87 trainset. Kebutuhan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan industri perkeretaapian untuk memproduksi armada baru.

Saat ini kapasitas produksi industri lokal disebut baru sekitar 3 trainset per tahun. Kapasitas tersebut diharapkan meningkat secara bertahap untuk mengejar kebutuhan penggantian armada sekaligus memenuhi pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Intip "Kuburan Massal" KRL Jabodetabek, Begini 242 Gerbong Bertindihan


Most Popular
Features