Pertagas Optimalkan Penyaluran Gas di KEK Sei Mangkei

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 16:50 WIB
Foto: Stasiun Metering Gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Rabu (23/9/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Sei Mangkei, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas) berkomitmen mengoptimalkan penyaluran gas di wilayah Sumatra Utara dan sekitarnya, termasuk melalui pemanfaatan proyek pipa gas transmisi Dumai-Sei Mangkei (Dusem).

Pertagas siap mendukung kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan menyiapkan infrastruktur titik koneksi melalui jaringan pipa yang telah dimiliki perusahaan.

Pertagas juga telah mengantisipasi kebutuhan tambahan pasokan gas guna mendukung keandalan operasional pipa pada masa mendatang. Sejumlah rekayasa teknis disiapkan, mulai dari peningkatan kapasitas kompresor hingga penambahan jaringan pipa.


Section Head Operation PT Pertamina Gas ONSA, Gilang Fathurrahman, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pipa masih memungkinkan dilakukan melalui sejumlah rekayasa teknis.

"Kajian teknis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pipa masih memungkinkan untuk dilaksanakan melalui serangkaian rekayasa teknis, termasuk peningkatan kinerja kompresor dan kapasitas jaringan pipa," ujar Gilang.

Infrastruktur Pipa Gas Transmisi Sumatra Utara

Infrastruktur pipa gas transmisi di wilayah Sumatra Utara yang berada di bawah Operation North Sumatra Area (ONSA) membentang dari wilayah Aceh hingga Sei Mangkei. Kapasitas total penyaluran gas melalui jaringan pipa di wilayah Sumatra Utara mencapai 200 MMSCFD.

Saat ini, realisasi penyaluran gas berada di kisaran 150-170 MMSCFD yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), industri, hingga sektor pupuk.

"Saat ini gas yang disalurkan berada di angka 150-170 MMSCFD yang dikirimkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), industri, hingga untuk kebutuhan pupuk," tambah Gilang.

Pasokan gas yang disalurkan ke wilayah Sumatra Utara dan Aceh berasal dari fasilitas regasifikasi LNG Terminal Arun dan sumber gas dari sumur lokal Aceh yang berasal dari PHE, PGE, dan TPI serta tambahan pasokan dari wilayah sumatra utara lainnya.

Pada 2026, Pertagas mencatat realisasi penyaluran gas terbesar berasal dari sektor kelistrikan, yakni mencapai 61,6%. Selanjutnya, penyaluran untuk sektor pupuk mencapai 22,1%, sedangkan sektor industri dan jaringan gas (jargas) mencapai 16,2%.

Khusus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, gas tercatat disalurkan sekitar 8-16 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan tujuh industri, di antaranya Unilever Oleochemical Indonesia, APIG, Evyap Sabun, PT INL, PT AICE, hingga Alliance.

Optimalisasi kapasitas dan keandalan infrastruktur penyaluran gas tersebut diharapkan dapat mendukung kontinuitas pasokan energi bagi sektor kelistrikan, industri, dan pupuk.

Langkah ini sekaligus memperkuat pemanfaatan infrastruktur gas di Sumatra Utara dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan energi nasional melalui ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS Berupaya Menurunkan Harga BBM