MARKET DATA

Pipa Pertagas Jadi Tulang Punggung Suplai Gas ke Pembangkit 4 Provinsi

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
24 September 2026 14:30
Stasiun Metering Gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Rabu (23/9/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Stasiun Metering Gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Rabu (23/9/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Sei Mengkei, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai penyedia infrastruktur pipa gas transmisi menjadi tulang punggung penyaluran gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) wilayah Sumatra. Listrik dari Pembangkit Belawan setidaknya dialokasikan untuk menghidupi 4 provinsi utama yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Head of District Medan Stasiun Metering Pertagas KEK Sei Mangkei Irwan Pambudi mengatakan alokasi gas ke Pembangkit Belawan menyerap porsi terbesar yaitu 61,6% atau sebanyak 105,29 MMSCFD dari total penyaluran perusahaan.

Sedangkan, sisa volume gas bumi lainnya didistribusikan untuk sektor pupuk, kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, hingga jaringan gas rumah tangga.

"Jadi secara rata-rata tahunan kita mengalirkan gas sebesar 170-an MMSCFD di mana proporsionalnya adalah mayoritas untuk PLN Belawan Bapak Ibu. Jadi listrik di Sumatera Utara ini mayoritas sumbernya dari PLN Belawan yang kita salurkan gasnya sebagai bahan bakar sekitar 105 MMSCFD atau sekitar 61% dari yang kita salurkan," ujar Irwan saat ditemui di Stasiun Metering Pertagas KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara, Rabu (23/9/2026).

Selain memasok sektor kelistrikan, Pertagas Operation North Sumatra Utara Area (ONSA) menyalurkan gas untuk industri pupuk sebesar 37% serta KEK Sei Mangkei sebesar 8,8 MMSCFD untuk melayani tujuh industri. Seluruh penyaluran energi tersebut didukung oleh jaringan pipa transmisi sepanjang 300 kilometer (km) yang membentang dari Lhokseumawe hingga ke Medan dan Sei Mangkei.

"Secara teknis itu masih bisa diusahakan untuk menaikkan kapasitas pipa dengan berbagai macam rekayasa ya. Bisa dengan peningkatan kapasitas kompresor kami, peningkatan kapasitas pipa. Itu semua masih bisa dilakukan secara teknis," paparnya.

Di samping itu, Head of Operation Control Pertagas ONSA Wahyu Nurul Fajrin menegaskan bahwa peran penyaluran gas ke Belawan sangat strategis dalam menjaga kestabilan daya kelistrikan regional. Gas tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh Pembangkit Belawan milik PT PLN (Persero) untuk memproduksi listrik yang terinterkoneksi antarprovinsi.

"Pembangkit di Belawan ini menjadi backbone listrik untuk 4 provinsi utamanya, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau," ungkap Wahyu.

Infrastruktur Pipa Gas Transmisi Sumatra Utara

Berdasarkan data Pertagas, infrastruktur pipa gas transmisi di wilayah Sumatra Utara atau Operation North Sumatra Utara Area (ONSA) dimulai dari wilayah Aceh hingga Sei Mangkei. Kapasitas total penyaluran gas melalui pipa di wilayah Sumut mencapai 200 MMSCFD.

Namun, realisasi saat ini gas yang disalurkan berada di angka 150-170 MMSCFD yang dikirimkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), industri, hingga untuk kebutuhan pupuk.

Pasokan gas yang disalurkan di wilayah Sumut berasal dari fasilitas regasifikasi LNG Terminal Arun sebesar 100 MMSCFD yang didatangkan dari Bontang dan Tangguh. Pasokan tersebut dikombinasikan dengan gas sumur lokal Aceh melingkupi PHE, PGE, dan TPI sebesar 28 MMSCFD, serta tambahan pasokan dari Medco Blok A sekitar 30 MMSCFD.

Per tahun 2026, Pertagas mencatat realisasi penyaluran gas paling banyak untuk sektor kelistrikan mencapai 61,6% atau 105,29 MMSCFD, kemudian penyaluran untuk sektor pupuk sebesar 22,1% atau 37,81 MMSCFD, dan sektor industri-Jargas sebesar 16,2% atau 27,75 MMSCFD.

Khusus di KEK Sei Mangkei, gas tercatat disalurkan sekitar 16 MMSCFD untuk 7 industri utama yakni SM KEK, Unilever Oleochemical Indonesia, APIG, Evyap Sabun, PT INL, PT AICE, hingga Alliance.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sambut Hari Pelanggan, Pertagas Perkuat Layanan & Infrastruktur Energi


Most Popular
Features