Pabrik Nambah, Pertagas Bersiap Pompa Kapasitas Pipa Gas Sei Mangkei

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 17:00 WIB
Foto: Stasiun Metering Gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Rabu (23/9/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Sei Mangkei, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan strategi peningkatan kapasitas jaringan pipa transmisi gas. Hal itu utamanya untuk mengantisipasi target masuknya 200 pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara pada 2031.

Head of District Medan Stasiun Metering Pertagas KEK Sei Mangkei Irwan Pambudi menegaskan bahwa perusahaan siap melakukan penambahan kapasitas pipa maupun kompresor untuk memenuhi permintaan gas kawasan industri tersebut. Berdasarkan catatannya, saat ini KEK Sei Mangkei baru menampung 7 unit industri beroperasi dengan alokasi gas sebesar 8,8 MMSCFD.

"Secara teknis itu masih bisa diusahakan untuk menaikkan kapasitas pipa dengan berbagai macam rekayasa ya. Bisa dengan peningkatan kapasitas kompresor kami, peningkatan kapasitas pipa. Itu semua masih bisa dilakukan secara teknis," katanya.


Penyaluran gas di KEK Sei Mangkei saat ini melayani industri seperti SM KEK, Unilever Oleochemical Indonesia, APIG, Evyap Sabun, PT INL, PT AICE, hingga Alliance. Bahkan dalam rencananya, akan ada tambahan 2 industri baru yakni Eco Oil dan Tripatra.

Secara keseluruhan, jaringan pipa transmisi Pertagas Operation North Sumatra Area (ONSA) mengalirkan rata-rata 150-170 MMSCFD gas dari total kapasitas desain pipa sebesar 200 MMSCFD.

"Bahkan yang (target) 200 (industri) pun nanti kan baru dengar lagi ini. Kalaupun memang itu memungkinkan ada, insya Allah kita akan usahakan terbaik. Bisa memenuhi ekspektasi pelanggan tersebut," kata Irwan.

Peningkatan kapasitas jaringan pipa tersebut juga diperhitungkan untuk menyerap potensi pasokan gas baru dari proyek Pipa Sutri (Dumai-Sei Mangkei) serta pengembangan cadangan gas raksasa Blok Andaman di Aceh. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan keekonomian dan fasilitas teknis agar dapat mendukung penuh arah kebijakan pemerintah di sektor industri.

"Tekad kami sama dengan Presiden kami kan tentara juga. Jadi kami harus siap. Siap dulu pokoknya. Siap," tandasnya.

Infrastruktur Pipa Gas Transmisi Sumatra Utara

Berdasarkan data Pertagas, infrastruktur pipa gas transmisi di wilayah Sumatra Utara atau Operation North Sumatra Utara Area (ONSA) dimulai dari wilayah Aceh hingga Sei Mangkei. Kapasitas total penyaluran gas melalui pipa di wilayah Sumut mencapai 200 MMSCFD.

Namun, realisasi saat ini gas yang disalurkan berada di angka 150-170 MMSCFD yang dikirimkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), industri, hingga untuk kebutuhan pupuk.

Pasokan gas yang disalurkan di wilayah Sumut berasal dari fasilitas regasifikasi LNG Terminal Arun sebesar 100 MMSCFD yang didatangkan dari Bontang dan Tangguh. Pasokan tersebut dikombinasikan dengan gas sumur lokal Aceh melingkupi PHE, PGE, dan TPI sebesar 28 MMSCFD, serta tambahan pasokan dari Medco Blok A sekitar 30 MMSCFD.

Per tahun 2026, Pertagas mencatat realisasi penyaluran gas paling banyak untuk sektor kelistrikan mencapai 61,6% atau 105,29 MMSCFD, kemudian penyaluran untuk sektor pupuk sebesar 22,1% atau 37,81 MMSCFD, dan sektor industri-Jargas sebesar 16,2% atau 27,75 MMSCFD.

Khusus di KEK Sei Mangkei, gas tercatat disalurkan sekitar 16 MMSCFD untuk 7 industri utama yakni SM KEK, Unilever Oleochemical Indonesia, APIG, Evyap Sabun, PT INL, PT AICE, hingga Alliance.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Klinik Bamed Raih " Outstanding Specialty Clinic Award"