Tiba-tiba Muncul "Cucu Krakatau", Ini Penjelasan Badan Geologi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan mengenai fenomena munculnya daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) yang disebut-sebut sebagai cucu Krakatau, Lampung. Berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel, terjadi penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau setelah aktivitas erupsi menerus pada 4-6 September 2026.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilowati mengatakan penambahan daratan terjadi di sektor barat laut, barat, hingga barat daya Gunung Anak Krakatau.
"Berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut - barat - barat daya sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus tanggal 4 - 6 September 2026," kata Rita kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/24/2026).
Badan Geologi menghitung penambahan luas daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau tersebut mencapai 32,8 hektare. Selain perluasan tubuh Gunung Anak Krakatau, citra satelit Sentinel juga mendeteksi keberadaan dua gumuk atau pulau kecil di sebelah barat laut dan tenggara tubuh Gunung Anak Krakatau.
Menurut Rita, kemunculan kedua gumuk tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Namun, interpretasi tersebut masih bersifat awal dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
"Intrepetasi sementara bahwa magma encer yang keluar pada saat erupsi menerus mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi membentuk daratan di lokasi lain yang terlihat dalam bentuk dua gumuk seperti pulau," ujarnya.
Ia pun menegaskan, interpretasi tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Menurutnya pihaknya akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan proses pembentukan kedua gumuk tersebut.
PVMBG pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada. PVMBG menetapkan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat dihimbau tetap tenang. Status GAK adalah waspada dengan rekomendasi wilayah bahaya pada radius 2 km dari pusat erupsi. Untuk keselamatan, masyarakat juga dihimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat GAK," kata dia.
(pgr/pgr)