MARKET DATA

Prabowo Mau Gabungkan Badan Geologi ke BMKG, Puan Ikut Buka Suara

pgr,  CNBC Indonesia
08 September 2026 15:21
Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan sambutan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan sambutan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto sempat melontarkan pernyataan, untuk menggabungkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wacana ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan bencana alam secara virtual di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026).

"Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG, tapi ya nanti kita bahas itu," tuturnya.

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai wacana penggabungan Badan Geologi dengan BMKG perlu dikaji secara matang. Menurutnya, setiap lembaga memiliki tugas dan fungsi serta penganggaran yang berbeda sehingga efektivitas penggabungan perlu dipastikan terlebih dahulu.

"Kami juga merasa bahwa ini perlu dikaji terlebih dahulu. Penganggaran dan tugasnya kan berbeda-beda," kata Puan mengutip website resmi DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Puan mengatakan DPR pada prinsipnya dapat mendukung kebijakan penggabungan apabila hasil kajian menunjukkan langkah tersebut dapat membuat penanganan dan mitigasi bencana menjadi lebih efektif. Karena itu, keputusan mengenai penggabungan menurutnya perlu didasarkan pada kajian yang jelas mengenai pembagian tugas dan manfaat kelembagaan.

"Kalau memang setelah dikaji penambahan anggaran tersebut dinilai lebih efektif, tentu DPR akan mendukung hal tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, Puan menekankan kajian tidak boleh berhenti pada aspek kelembagaan maupun anggaran, tetapi harus memastikan kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat yang lebih besar bagi upaya mitigasi bencana.

"Jadi, lebih baik dikaji terlebih dahulu. Pengkajiannya juga harus memang bermanfaat," tegas Puan.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Wacanakan 'Merger' Badan Geologi ESDM dan BMKG, Ini Alasannya


Most Popular
Features