Menaker Ungkap Nasib Lulusan Maganghub, Banyak Jadi Karyawan Tetap?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap perkembangan penyerapan alumni Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Berdasarkan hasil tracer study sementara, hampir 50% peserta magang angkatan pertama yang ditempatkan di industri telah bekerja setelah menyelesaikan program.
Yassierli mengatakan, data tersebut diperoleh dari tracer study yang dilakukan tiga bulan setelah peserta menyelesaikan program magang. Pemerintah juga masih terus memantau perkembangan para alumni melalui evaluasi berkala.
"Yang awalnya itu 30% ya (yang terserap sudah bekerja) saat mereka lulus, dan ini sudah mendekati 50% sesudah 3 bulan. Dan ini kita terus lakukan tracer. Ini baru angkatan yang pertama, ya. Dan kita yakin ini akan bisa lebih baik lagi," kata Yassierli dalam konferensi pers di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi peserta sebelum dan sesudah mengikuti program magang. Pemerintah juga menanyakan apakah peserta telah memperoleh tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program.
"Datanya tapi kita bagi dua. Satu adalah mereka yang magang di industri, dan yang kedua adalah mereka yang magang di kementerian dan lembaga. Kalau kementerian dan lembaga kan kalau kita mengukur serapannya tidak bisa. Karena rekrutmen kementerian dan lembaga itu terpusat oleh PANRB. Jadi kita pisah datanya," jelasnya.
Hampir 30 Ribu Alumni Sudah Bekerja
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Darmawansyah menjelaskan peserta angkatan pertama yang ditempatkan di industri mencapai sekitar 60.000 orang.
Dengan tingkat penyerapan yang mendekati 50%, maka sekitar 30.000 alumni diperkirakan telah bekerja. Namun, pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap data tersebut.
"Iya, itu kan kemarin dari 100 ribu itu kan 60%-nya berarti sekitar 60.000, itu kan magang di industri. Nah, dari 60 ribu itu berarti kan mendekati 50%-nya sekitar 30.000 sudah bekerja yang di perusahaan ya," kata Darmawansyah saat ditemui usai konferensi pers.
Dia menambahkan, sebagian peserta yang sebelumnya magang di kementerian dan lembaga juga diketahui telah bekerja di perusahaan. Namun, data tersebut masih dalam proses penelusuran.
"Tetapi yang di kementerian itu ada juga yang mereka bekerja ke perusahaan. Nah ini yang sedang kita tracer lagi ya... kita tracer," ujarnya.
Darmawansyah menegaskan, angka tersebut masih merupakan gambaran awal. Pemerintah belum memiliki data rinci mengenai apakah alumni bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang atau berpindah ke perusahaan lain.
"Nah itu belum didalami. Nanti akan kita dalami. Ini baru selesai kemarin. Jadi istilahnya baru gambaran besarnya ya. Jadi kita belum dapat secara detailnya," tutur dia.
Menurutnya, tracer study akan kembali dilakukan tiga bulan mendatang. Selain menggunakan survei kepada peserta, pemerintah juga mencocokkan data dengan kepesertaan BPJS untuk melihat apakah alumni telah berstatus sebagai penerima upah.
"Jadi ada dua cara itu kita... yang pertama tadi kita mengirimkan kuesioner kepada mereka, survei. Yang kedua kita lihat kepesertaan BPJS-nya. Jadi sandingkan dengan kepesertaan BPJS-nya, penerima upah. Kelihatan itu, ada peningkatan untuk mereka bekerja," pungkasnya.
(wur)