Lembaga Kembangkan AI Buat Awasi Eksportir dan Importir
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Nasional Single Window (LNSW) tengah mempersiapkan adaptasi kecerdasan buatan (AI) agar memudahkan pelaku usaha ekspor-impor dalam melakukan proses perizinan di Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).
"LNSW sendiri ada juga si AI yang sedang dikembangkan untuk memudahkan pelaku usaha untuk mengenali kita lebih mudah mengenali untuk pre-populated data," jelas Wawan kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Kantor LNSW, Jakarta pada Rabu (16/9/2026).
Wawan pun membeberkan para pelaku usaha ekspor-impor akan segera dapat memanfaatkan AI tersebut.
"Tahun depan sepertinya," ujar Wawan.
Saat ini, AI tersebut sudah digunakan oleh LNSW yang merupakan lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan bisa dipakai oleh para pemangku kepentingan data seperti Kementerian dan Lembaga yang terintegrasi dengan SINSW,
Direktur Teknologi Informasi LNSW Wawan Ismawandi mengungkapkan bahwa AI yang telah digunakan berfungsi sebagai pembelajaran mesin dan analisis data.
Wawan mengatakan Ai yang digunakan dapat mempercepat para pengguna dalam mengolah data historis dan melakukan analisis.
"Kalau data analytics yang kita manfaatkan dari konteks artificial intelligence ini adalah kecepatannya dalam melakukan analisis,"
"Jadi yang dimanfaatkan adalah kemampuan mempelajari sesuatu menggunakan tabel data, kemudian kita kasih parameter-parameter. Kemampuan AI itu yang dimanfaatkan untuk menganalisis melihat data ke belakang."
Dirinya mencontohkan penggunaan AI dalam mengolah data lima tahun ke belakang, para pengguna bisa melihat tren trafik ekspor atau impor secara historis dengan cepat, tanpa harus membuat secara manual.
Ke depan, Wawan mengatakan sangat terbuka AI yang digunakan di LNSW akan ditingkatkan fungsinya menjadi generatif AI dengan manfaat yang lebih luas.
"Misalkan AI bisa memprediksi. Memprediksi kalau perusahaan ini dengan historical kayak begini nanti kira-kira penghasilan mereka ke depan atau mem-forecast," terangnya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]