Internasional

Era Tiket Murah Pesawat Terbang Bisa Tamat, Ini Tandanya

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 18/09/2026 21:20 WIB
Foto: United airlines (Travelpulse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) mulai mengurangi sejumlah penerbangan berbiaya rendah dan kurang menguntungkan setelah harga bahan bakar jet kembali melonjak. Kondisi ini berpotensi mempersempit pilihan bagi penumpang yang selama ini mengandalkan tiket pesawat murah.

Para eksekutif United Airlines, American Airlines, dan Southwest Airlines mengatakan mereka berencana memangkas kapasitas penerbangan pada bulan-bulan terakhir tahun ini. CFO Southwest Airlines Tom Doxey mengatakan langkah tersebut menjadi respons yang masuk akal jika harga bahan bakar bertahan tinggi.

"Jika harga bahan bakar tetap tinggi dalam waktu lama, menurut saya itu adalah respons yang wajar... untuk memangkas sebagian kapasitas tersebut," ujarnya dalam konferensi investor, dikutip CNN International, Jumat (19/9/2026).


Penerbangan yang paling berpotensi dipangkas adalah rute dengan permintaan rendah dan margin keuntungan tipis. CFO United Airlines Michael Leskinen mengatakan terdapat sejumlah rute yang berada di tingkat profitabilitas rendah dan dapat berubah menjadi tidak menguntungkan ketika harga bahan bakar melonjak.

Menurut penulis buletin penerbangan From the Tray Table, Zach Griff, penerbangan yang berisiko dihapus umumnya menjadi pilihan pelancong yang memburu harga murah, bukan penumpang bisnis. Rute tersebut antara lain penerbangan pada hari-hari dengan permintaan rendah seperti Selasa atau Sabtu, serta penerbangan larut malam dan dini hari.

Tekanan terhadap tarif juga meningkat setelah maskapai berbiaya rendah Spirit Airlines menghentikan operasinya pada Mei akibat lonjakan harga bahan bakar. Di sisi lain, maskapai murah seperti Frontier Airlines mulai mengembangkan layanan yang lebih premium, sehingga pilihan penerbangan berbiaya rendah bagi konsumen semakin terbatas.

"Ini adalah situasi yang sangat menantang bagi pelanggan yang mencari tarif penerbangan murah," kata Griff. "Tarif murah mulai menghilang, dan harga tiket pun terus meningkat."

Data Indeks Harga Konsumen menunjukkan tarif penerbangan pada Juni, Juli, dan Agustus sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, menurut Argus Research, harga rata-rata bahan bakar jet mencapai US$4,56 atau sekitar Rp80.256 per galon, level tertinggi sejak awal Mei.

Empat maskapai terbesar AS, yakni United, Delta, American, dan Southwest, secara kolektif mengeluarkan biaya bahan bakar hampir 80% lebih tinggi pada April-Juni dibandingkan setahun sebelumnya.

Meski demikian, CEO Delta Ed Bastian menegaskan harga tiket tidak hanya ditentukan biaya bahan bakar karena tetap bergantung pada penawaran dan permintaan. "Permintaan yang ada sangat kuat," ujarnya.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Geger! Israel Pasang Gerbang untuk Mengisolasi Warga Palestina