Bahlil Soal Kader Golkar Terlibat Korupsi Kementerian ATR: Ini Musibah

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 18/09/2026 08:12 WIB
Foto: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Bahlil Lahadalia. (YouTube/Golkar Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Bahlil Lahadalia buka suara perihal langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat kader partai berlambang pohon beringin tersebut dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.



KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut, termasuk Ketua DPP Partai Golkar Fahd A Rafiq (FA) yang ketiga kalinya menjadi tersangka kasus korupsi. KPK juga menduga dugaan rasywah itu digerakkan oleh empat orang pihak swasta yang berperan sebagai orang kepercayaan fungsionaris Partai Golkar yang mengemban amanah sebagai Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

"Yang pertama, kalau teman-teman menganggap tentang Golkar ya, ada kadernya, kami menganggap ini sebuah musibah. Dan kami merasa ya terpukul," kata Bahlil.

Akan tetapi, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya tersebut, Golkar akan menatap ke depan. Bagi Golkar, peristiwa ini merupakan musibah yang tidak diinginkan semua orang.

"Kami selalu menatap ke depan sebagai partai yang pengalaman, sebagai partai yang banyak kadernya, memang kita juga tidak bisa mengontrol satu dengan satu ya," ujar Bahlil.

"Tapi yang terpenting adalah kita menghargai proses hukum yang berlaku. Kita menjunjung tinggi dan biarkanlah semua proses hukum itu kita hargai dengan baik," lanjutnya.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 17 Orang Ditangkap KPK dalam OTT BPN Bogor