Ternyata Lowongan Kerja Besar Ada di Kawasan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melihat peluang penyerapan tenaga kerja yang besar di dalam negeri, terutama di kawasan industri. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pelatihan vokasi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pelatihan vokasi yang dilakukan pemerintah mulai diarahkan agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri.
"Pelatihan juga sama, terkait dengan pelatihan vokasi. Kami tahun ini sudah memulai bagaimana pelatihan vokasi kita terintegrasi dengan kawasan industri," kata Yassierli dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI Kamis (17/9/2026).
Peluang kerja tidak hanya tersedia melalui penempatan pekerja ke luar negeri. Pemerintah juga melihat kebutuhan tenaga kerja di berbagai kawasan industri di dalam negeri.
"Jadi, kita tentu konsen kalau Bapak dan Ibu dari Kementerian P2MI bilang penempatannya itu adalah luar negeri, kami melihat masih banyaknya peluang kita untuk penempatan di dalam negeri, terutama di kawasan-kawasan industri," ujarnya.
Untuk mendekatkan pelatihan dengan kebutuhan industri, Kemnaker membangun skema pelatihan hibrida. Peserta akan menjalani pelatihan di balai sebelum melanjutkan pelatihan di kawasan industri.
"Di sinilah kita sedang membangun beberapa kerja sama, sistemnya hibrida antara pelatihan di balai kemudian lanjut dengan pelatihan di kawasan industri," kata Yassierli.
Skema tersebut diharapkan membuat pelatihan vokasi tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi juga lebih dekat dengan kebutuhan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kemnaker sebelumnya juga menyatakan pelatihan vokasi menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja. Pemerintah kini mendorong agar lembaga pelatihan dan kebutuhan industri dapat terhubung lebih erat.
Selain kawasan industri, Kemnaker juga melakukan verifikasi terhadap Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memastikan lembaga yang menerima alokasi anggaran pelatihan vokasi telah memenuhi standar yang ditetapkan.
"Dan BLK pun, kami sekarang terus melakukan verifikasi. Jadi, dari anggaran pelatihan vokasi tahun ini, kami sudah komitmen untuk juga memberikan alokasi kepada BLK yang sudah terverifikasi," tutur Yassierli.
(hoi/hoi)