Internasional

Adik Kim Jong Un Blak-blakan Bicara Nuklir, Tantang Dunia-Sebut Bodoh

luc, CNBC Indonesia
Kamis, 17/09/2026 20:00 WIB
Foto: (REUTERS/JORGE SILVA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) kembali menegaskan bahwa statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, bahkan menyebut pihak-pihak yang masih berharap Pyongyang melucuti senjata nuklirnya sebagai orang bodoh.

Korut telah menetapkan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir melalui aturan hukum. Pemerintah negara tersebut juga berulang kali menyatakan bahwa persenjataan nuklirnya bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Agustus lalu menyebut Korut memiliki 57 senjata nuklir yang "sangat kuat". Sementara itu, Korea Selatan (Korsel) memperkirakan jumlah persenjataan nuklir Pyongyang berada di kisaran 80 hingga 120 unit.


Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pihaknya mencermati pernyataan Kim Yo Jong karena disampaikan ketika Trump kembali membuka kemungkinan menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un.

"Posisi DPRK sebagai negara bersenjata nuklir bersifat mutlak dan tidak dapat dibalikkan dengan cara apapun," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (17/9/2026).

Menurut Kim, persenjataan nuklir Korut "memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah tindakan keterlaluan dari negara-negara nakal internasional".

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan berlangsungnya Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria. Kim mengatakan forum tersebut kemungkinan kembali diwarnai "pembicaraan konyol yang sudah tidak asing lagi" mengenai upaya denuklirisasi Korut.

"Jika mereka benar-benar percaya bahwa hal itu mungkin dilakukan, mereka hanya akan mendengar kata-kata dari orang-orang bodoh," ujarnya.

Kim juga menegaskan bahwa penolakan dari negara-negara yang memusuhi Pyongyang tidak akan mengubah kenyataan mengenai status nuklir Korut.

"Seberapa pun pihak-pihak yang bermusuhan menyangkalnya secara retoris, kenyataan bahwa posisi nuklir DPRK telah ditetapkan secara permanen, baik secara fisik maupun hukum, tidak akan berubah sedikit pun," katanya.

Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korsel menilai pernyataan Kim Yo Jong penting, terutama karena disampaikan saat Trump menunjukkan minat untuk kembali berdialog dengan Pyongyang.

"Kami mencermati pernyataan Kim Yo Jong karena muncul pada saat Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan dialog dengan Korut" kata pejabat tersebut, menurut transkrip yang diperoleh AFP.

Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk kembali bertemu Kim Jong Un. Pada bulan lalu, presiden AS itu mengatakan berencana mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korut tersebut sebelum akhir tahun.

Pada masa jabatan pertamanya, Trump bertemu Kim Jong Un sebanyak tiga kali. Namun, proses diplomasi kedua negara akhirnya terhenti setelah pertemuan tingkat tinggi di Hanoi pada 2019 gagal menghasilkan kesepakatan mengenai keringanan sanksi dan konsesi yang akan diberikan Pyongyang sebagai imbalan atas denuklirisasi.

Sejak kegagalan pertemuan Hanoi tersebut, Korut terus memperluas persenjataan nuklirnya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Houthi Bombardir Arab Saudi - Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru