CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Kim Jong Un Ngamuk! Korea Utara Tiba-Tiba Murka ke Jepang

tfa,  CNBC Indonesia
11 August 2026 08:05
Bendera Korea Utara
Foto: REUTERS/Edgar Su

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) mengecam keras buku putih pertahanan Jepang 2026. Pyongyang menuding dokumen tersebut sebagai "rencana invasi ulang" untuk melegalkan penguatan militer Tokyo.

Dalam komentar yang dimuat kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, seorang analis Pyongyang menyebut buku putih itu menggambarkan Korea Utara secara "tidak berdasar" sebagai tantangan strategis terbesar bagi Jepang. Menurutnya, narasi tersebut sengaja digunakan untuk membenarkan langkah Tokyo dalam memperkuat kemampuan persenjataannya.

Komentar berjudul "Buku putih pertahanan Jepang mencerminkan niat invasi ulang demi melegalkan pengoperasian mesin perang" itu menilai kebijakan pertahanan Jepang semakin menunjukkan ambisi militer yang berbahaya.

"Buku putih pertahanan Jepang tahun 2026 adalah dokumen rencana invasi ulang," kata analis Korea Utara tersebut, seperti dikutip KCNA, Selasa (11/8/2026).

Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan kecamannya terhadap kebijakan pertahanan Tokyo. Korea Utara tercatat telah mengeluarkan sedikitnya tujuh pernyataan terkait kebijakan militer Jepang sejak Juli.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus salah satu pejabat paling berpengaruh di Pyongyang, pekan lalu juga memperingatkan bahwa negaranya dapat mengambil "opsi militer tambahan" sebagai respons terhadap perubahan Jepang menjadi kekuatan militer.

Pernyataan tersebut muncul setelah Jepang melakukan uji coba penembakan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS). Tokyo diketahui tengah memperkuat kemampuan pertahanannya di tengah meningkatnya ancaman keamanan di kawasan Asia Timur.

Sehari setelah peringatan Kim Yo Jong, Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik jarak pendek ke arah perairan di antara kedua negara. Sejumlah analis menilai peluncuran tersebut kemungkinan dimaksudkan sebagai sinyal peringatan langsung kepada Jepang.

Ketegangan ini menambah kekhawatiran mengenai perlombaan penguatan militer di Asia Timur. Pyongyang memandang langkah Jepang sebagai ancaman yang semakin serius, sementara Tokyo terus memperkuat kemampuan pertahanannya dengan alasan menghadapi lingkungan keamanan yang semakin kompleks.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang


Most Popular
Features