Penjualan EV RI Diproyeksi Bisa Lampaui Mobil Konvensional
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk Ang Andri Pribadi mengatakan keberadaan kendaraan listrik (EV) maupun kendaraan konvensional berbasis bensin masih akan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya populasi dunia. Bahkan menurutnya ada riset yang menyebutkan bahwa pada 2030 penjualan kendaraan listrik akan lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.
"Penjualan EV akan lebih besar dari kendaraan konvensional pada 2030. Bahkan pada tahun 2035, itu nanti populasi EV bisa lebih besar dari populasi kendaraan konvensional," jelas Ang dalam acara bertajuk "Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift" yang diselenggarakan CNBC Indonesia bersama DBS, dikutip Kamis (17/9/2026).
Oleh karena itu, Ang mengatakan bahwa Selamat Sempurna sudah melakukan antisipasi. Salah satunya, mengalihkan fokus yang sebelumnya adalah untuk passenger car menjadi healthy equipment dan komersial filter, seperti gas, aircraft.
Dari sisi perbankan, Bank DBS Indonesia menjelaskan pendekatan yang digunakan perseroan dalam menilai risiko pembiayaan terhadap perusahaan otomotif yang masih memiliki investasi besar di teknologi dengan mesin pembakaran berbasis bensin, di tengah pergeseran industri menuju kendaraan listrik.
Executive Director, Head of Large Corporates & ESG Lead Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Ello Hanson, mengatakan telah memiliki pemetaan (mapping) komponen kendaraan berdasarkan penggunaannya, baik yang eksklusif untuk kendaraan konvensional, EV, maupun komponen yang dipakai pada kedua jenis drivetrain tersebut.
"Fokus kita adalah semua yang dipakai di kendaraan konvensional dan yang dipakai di EV, misalnya komponen ban mobil, komponen kelistrikannya, AC, audio, braking, itu adalah komponen-komponen yang memang akan terus dipakai, mau mobil konvensional, mau mobilnya EV," jelas Ello.
Ello menegaskan, perusahaan yang hanya terkonsentrasi pada segmen kendaraan konvensional tidak serta-merta dianggap tidak memiliki prospek, meski DBS akan menerapkan kehati-hatian ekstra dalam pembiayaan terhadap segmen tersebut. Menurutnya, pasar kendaraan listrik masih besar dan diperkirakan akan terus ada dalam waktu lama seiring pola konsumsi massal yang belum sepenuhnya beralih ke EV.
"Kita ini dalam mass consumptions. Kendaraan konvensional dan EV itu akan terus coexist together masih lama," ujarnya. Ia menambahkan, ke depan pasar kendaraan konvensional berpotensi mengalami konsolidasi, di mana pemain-pemain yang kuat akan bertahan.
Alih-alih hanya membatasi pembiayaan, Bank DBS Indonesia disebut turut mendorong perusahaan yang masih terfokus pada kendaraan berbasis bensin untuk mulai beradaptasi, dengan memanfaatkan hasil pemetaan komponen dan strategi re-setter type yang dimiliki perseroan sebagai basis penentuan arah pembiayaan ke depan.
(rah/rah)