Top! Konversi EV Bisa Hemat Konsumsi BBM RI 267 Liter per Tahun/Unit
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, dengan konversi ke kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) bisa menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 267 liter per tahun.
Tak cuma itu, konversi ke kendaraan listrik juga bisa menurunkan beban subsidi atau kompensasi BBM sekitar Rp 500 ribu per unit per tahun.
Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menyampaikan, bahwa sejatinya pemerintah sudah mengimplementasikan program konversi dari kendaraan BBM menjadi kendaraan listrikm sejak tahun 2023 hingga 2024 mencapai total 2.250 unit kendaraan.
Nah ke depan, Kementerian ESDM sedang menyusun skema lanjutan supaya program konversi kendaraan listrik ini bisa diperluas.
Sebab, dalam hitung-hitungannya, konversi kendaraan BBM dan kendaraan listrik ini bisa menghemat baik dari sisi konsumen bahkan juga negara.
"Berdasarkan perhitungan kami setiap unit kendaraan yang dikonversi mampu menghemat konsumsi BBM hingga 267 liter per tahun serta menurunkan beban subsidi atau kompensasi BBM sekitar Rp 500.000 per unit per tahun," terang Jisman dalam EV Transition in MIning Industry Outlook 2026, yang digelar CNBC Indonesia, Rabu (29/4/2026).
Jisman juga menyebutkan, bahwa Kementerian ESDM mecoba untuk melakukan benchmarking untuk EV khusus kendaraan. Karena sebagaimana diketahui, bahwa sejauh ini negara yang paling sukses dalam hal konversi adalagh Norwegia dan juga China, sehingga Indonesia perlu melihat kesuksesan pada negera-negara tersebut.
"Begitu kebijakan dilansir dan sudah efektif maka pertumbuhan kendaraan listrik itu 5 sampai 6 tahun itu linear. Kemudian setelah 6 tahun atau 5 tahun terakhir dia akan eksponensial," "Jadi kita di Indonesia ya kemungkinan tahun ini kita sudah masuk eksponensial. Jadi kita bisa melihat kendaraan-kendaraan listrik di jalanan sudah banyak, sudah mulai, dan ya apa namanya mudah-mudahan ya mudah-mudahan bisa berlanjut terus," tegas Jisman.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]