IKN Siaga 1! Api Kebakaran di 319 Hektare Lahan Belum Padam
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia. Di Kalimantan Timur (Kaltim), kebakaran bahkan masih menyisakan ratusan hektare lahan yang harus segera ditangani, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, total lahan yang terbakar di Kalimantan Timur hingga 14 September 2026 mencapai 5.761 hektare.
Angka tersebut terdiri dari sekitar 2.715,76 hektare berdasarkan data SiPongi hingga 31 Juli 2026 dan tambahan hasil pengukuran di lapangan sepanjang 1 Agustus-14 September 2026 sebesar 3.045,81 hektare.
"Untuk Kalimantan Timur, jumlah lahan terbakar sebesar 5.761 hektar dan kami menemukan di sana sebanyak 20 titik api, dengan estimasi terbakar kemarin 701 hektare lebih dan yang dapat dipadamkan 381 hektare lebih, dengan Satgas Darat memadamkan 358 hektare lebih, Satgas Udara sebesar 23 hektare lebih," kata Berton dalam konferensi pers BNPB, Selasa (15/9/2026).
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 319,95 hektare yang belum berhasil dipadamkan. BNPB menyebut sebagian kebakaran yang tersisa tersebut berada di kawasan IKN.
"Sehingga dapat kita lihat ada sisa yang belum dipadamkan, per hari ini ada 319 hektare lebih, terutama ini ada di IKN yang perlu ditangani," sebutnya.
Berton memaparkan, pada 14 September 2026 terdapat 20 fire spot (FS) di Kaltim dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 701,27 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 381,32 hektare berhasil dipadamkan.
Rinciannya, Satgas Darat memadamkan 358,32 hektare, sedangkan Satgas Udara melalui water bombing memadamkan sekitar 23 hektare.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BNPB mengerahkan 4.392 personel Satgas Darat. Sementara dukungan udara terdiri dari dua unit helikopter water bombing.
Kondisi cuaca di Kaltim, kata Berton, sebenarnya relatif lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, ia mengatakan dalam sepekan terakhir belum terjadi hujan.
"Kondisi cuaca relatif lebih baik dari hari-hari sebelumnya, namun dapat kami sampaikan seminggu terakhir ini belum turun hujan," ujarnya.
Meski demikian, jarak pandang di Kaltim masih relatif normal, yakni sekitar 8-10 kilometer, dengan kondisi cuaca cukup cerah dan kabut asap yang minim. Penerbangan juga, katanya, masih berjalan normal.
Adapun kebakaran di Kaltim menjadi salah satu bagian dari penanganan karhutla di enam provinsi prioritas pemerintah, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jambi, serta Riau.
Bukan Cuma Kalimantan, Karhutla Juga Mengamuk di Sejumlah Wilayah Ini
Karhutla tidak hanya terjadi di wilayah Kalimantan. BNPB juga mencatat sejumlah kebakaran di luar wilayah prioritas yang saat ini masih dalam penanganan maupun pemantauan.
Di Jawa Timur, misalnya, kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Gunung Butak. Pemadaman didukung satu unit helikopter water bombing.
Sementara di Maluku Utara, total lahan yang terdampak kebakaran mencapai 44,5 hektare. Pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk pembasahan lahan guna mencegah kebakaran berulang. Hingga saat ini, OMC telah dilakukan sebanyak 10 sorti dengan 10 ton bahan semai.
Di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, serta dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Di Putri Cempo, total lahan terdampak mencapai 6,31 hektare dan sekitar 0,6 hektare masih dalam penanganan.
Sementara di Wonogiri, kebakaran melanda lahan seluas 16,59 hektare. BNPB menyebut tidak ada korban jiwa dan proses penanganan masih berlangsung.
Karhutla juga tercatat di Kalimantan Utara, tepatnya di Desa Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan, dengan luas sekitar 4 hektare. Api masih dalam proses penanganan tim gabungan dan tidak ada korban jiwa.
Di Sulawesi Tengah, kebakaran terjadi di Kabupaten Poso dengan luas sekitar 30 hektare, serta perkebunan sekitar 48 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una.
Kemudian di Lampung, kebakaran melanda Kabupaten Lampung Selatan seluas sekitar 7 hektare dan Kabupaten Mesuji sekitar 339,3 hektare. Untuk kedua lokasi tersebut, api telah berhasil dipadamkan dan kini memasuki tahap pemantauan serta pendinginan.
Sementara di Sulawesi Tenggara, kebakaran dengan luasan mencapai 423,14 hektare terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur. Api belum sepenuhnya padam dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BNPB pun meminta pemerintah daerah memperkuat penanganan karhutla, termasuk dengan mempercepat mobilisasi sarana dan prasarana pemadaman serta memperkuat integrasi data hingga tingkat tapak.
(dce)