Video

Video: Kebut Proyek PLTS, Masalah Lahan - Regulasi Harus Diselesaikan

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
14 September 2026 13:40

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari optimistis terhadap potensi Indonesia mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) melalui listrik tenaga surga (PLTS) sejalan dengan besarnya potensi PLTS RI yang mencapai 3,3 Terrawatt.

Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan PLTS terkait ketersediaan lahan sehingga upaya pengembangan PLTS lewat PLTS terapung dan PLTS Atap. Selain itu persoalan perizinan juga masih menjadi tantangan pengusaha PLTS utamanya terkait sinkronisasi kebijakan di pusat dan daerah serta permasalahan skala proyek yang cukup kecil untuk wilayah terpencil menyebabkan pengusaha kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Sementara Program and Policy Manager CERAH, Wicaksono Gitawan menyoroti program Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan pensiun dini PLTU yang belum efektif. Dimana JETP yang diluncurkan 4 tahun lalu yang masih menghadapi kendala pembiayaan hingga kompleksitas perencanaan pensiun dini PLTU batu bara

Implementasi JETP di fase ke-2 ini diharapkan dapat difokuskan untuk melakukan pensiun dini PLTU sekaligus phase-in EBT. Namun proses transisi energi berkeadilan harus memenuhi 4 variable yakni keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan pengakuan dan keadilan restorative.

Lalu seperti apa tantangan dan strategi yang dibutuhkan untuk mempercepat implementasi transisi energi sekaligus mempercepat pensiun dini PLTU? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Program and Policy Manager CERAH, Wicaksono Gitawan dan Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 14/09/2026)


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...