MARKET DATA

Gunung Semeru Erupsi, BMKG Ingatkan Sebaran Abu Vulkanik 3 Gunung RI

Redaksi,  CNBC Indonesia
14 September 2026 11:55
Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 14 September 2026 pukul 09:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati  400 m di atas puncak ( 4.076 m di atas permukaan laut). (Dok.PVMBG)
Foto: Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 14 September 2026 pukul 09:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 4.076 m di atas permukaan laut). (Dok.PVMBG)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebaran abu vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia masih terjadi hingga hari ini, Senin 914/9/2026). Dan, tidak hanya berasal dari Gunung Anak Krakatau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hasil analisis citra RGB Himawari-9, sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari:

- Gunung Dukono

sebaran mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai

- Gunung Ibu

sebaran mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Teluk Kao

- Gunung Semeru 

sebaran mencakup sebagian Kabupaten Lumajang.

Sementara pantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo tidak terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat," tulis BMKG dalam unggahan di akun Instagram resmi, Senin (14/7/2026).

Bahaya Abu Vulkanik

BMKG mengingatkan, dampak paparan debu vulkanik terhadap kesehatan dan transportasi.

Di antaranya dapat memicu iritasi mata dan kulit, batuk dan gangguan pernapasan, serta memperburuk kondisi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Sementara gangguan terharap transportasi mulai dari mengurangi jarak pandang, membuat jalan menjadi licin, hingga meningkatkan risiko kecelakaan apabila konsentrasi abu cukup tebal.

Meski begitu, BMKG mengingatkan masyarakat tidak panik tapi tetap waspada.

"Terutama yang berada di sekitar Kabupaten Lumajang, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan perairan sekitarnya, diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi," tulis BMKG.

"Tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan BMKG. PVMBG/ Badan Geologi, dan pemerintah setempat," sambung BMKG.

Lantas, bagaimana kondisi cuaca di sekitar gunung-gunung api tersebut?

"Prakiraan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau umumnya cerah berawan hingga berawan tebal," tulis BMKG.

Erupsi Gunung Semeru

Sementara, tim pengamatan gunung api Badan Geologi melaporkan, telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 14 September 2026 pukul 09:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak (sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut).

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 1 menit 45 detik," tulis Badan Geologi.

Badan Geologi mengingatkan, saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak

2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

[Gambas:Instagram]

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Letusan Gunung Bisa Buat Bumi Dingin, Kok Bisa?


Most Popular
Features