Adopsi Elektrifikasi, Sektor Pertambangan Bisa Lebih Efisien

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Minggu, 13/09/2026 14:55 WIB
Foto: Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026, yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kamis (10/9/2026)/Khoirul Anam

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputy Event Director Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series, Hanung Hanindito, mengungkapkan agenda keberlanjutan (sustainability) dapat berdampak positif bagi sektor pertambangan. Salah satu dampak yang dirasakan yakni efisiensi, baik dari sisi kebutuhan energi maupun operasional.

"Mempertimbangkan sustainability, salah satunya adalah bagaimana kita bisa semakin efisien secara operasional. Ketika penggunaan energi dan sumber daya menjadi lebih efisien, tentu sisa limbah yang dihasilkan juga semakin sedikit," ungkapnya di sela gelaran Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026, yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kamis (10/9/2026).

Hanung menjelaskan sektor pertambangan perlu menerapkan agenda sustainability sebab kebutuhan bahan baku solar untuk industri ini semakin meningkat, Untuk itu, alat berat yang mengandalkan listrik bisa menjadi jalan keluar.


"Jadi mereka nggak perlu menyetok solar, mereka pokoknya kalau perlu jalan tinggal jalan, tinggal dicas jalan, itu salah satu yang menjadi pentingnya kenapa keberlanjutan industri untuk di green mining. Jadi nggak semata-mata hanya green, tapi memang efisien juga," terang dia.

Bahkan kata dia penerapan sustainability melalui elektrifikasi tak lagi dihadapkan tantangan pada durasi mengisi daya baterai. Inovasi battery swapping disediakan oleh salah satu exhibitor di IEE Series 2026.

"Infonya (battery swapping) sekitar hanya butuh waktu kurang dari 15 menit untuk swapping-nya, jadi mereka masuk ke docking area, langsung di-swap baterainya, mereka bisa jalan lagi, karena untuk men-charger itu cukup makan waktu yang cukup lama," tambah Hanung.

Meski begitu, sektor industri pertambangan tetap memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk penerapan agenda sustainability, misalnya adanya insentif dari pemerintah. Menurut Hanung, dukungan seperti insentif ini dapat mempercepat agenda sustainability.

"Insentif kayak di alat berat. Itu mungkin dibutuhkan sekarang. Mobil listrik sudah disubsidi, namun untuk alat berat belum mendapatkannya," terang dia.

Saat ini IEE Series 2026 yang diselenggarakan PT Pamerindo Indonesia memasuki pekan kedua dengan sektor pada Engineering Week. Ajang pertemuan industri B2B terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema "Sustainability for Industrial Transformation" sebagaimana tema tahun lalu.

Hanung memaparkan Engineering Week yang berlangsung pada 9-12 September ini mendorong program elektrifikasi di sektor industri. Salah satunya adalah dengan menghadirkan alat berat berbasis listrik.

"Memang terjadi banyak perubahan-perubahan produk yang mungkin kemarin masih banyak produk-produk yang memang lebih ke diesel base, sekarang memang di-highlight beberapa tentunya yang berbasis EV dan HEV," jelas dia.

Dia berharap pihaknya dapat menghadirkan platform untuk mendorong sektor industri di tengah kondisi apa pun. Dia juga berharap gelaran IEE Series pada tahun mendatang akan lebih masif.

"Kita berharap tahun depan lebih besar lagi pameran kami, mungkin kita bisa hadirkan industri-industri lainnya yang lebih banyak. Jadi kita akan memanfaatkan beberapa industri lainnya yang mungkin bisa masuk, dan untuk bisa connect lagi dengan industri yang sudah ada sekarang," pungkas dia.

Sebagai informasi, IEE Series 2026 mencatat peserta dari 39 exhibiting countries dan regions. Total area yang digunakan IEE Series selama dua minggu yakni seluas 108.000 m2, dengan area indoor seluas 68.000 m2, dan area outdoor seluas 40.000 m2.

 


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Elektrifikasi Pertambangan, Double Cabin Listrik Masuk Tambang