MARKET DATA

IEE Series 2026 Ungkap Masa Depan Ketenagalistrikan RI

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
04 September 2026 11:39
PI-PJCI Gridnext Symposium 2026/Khoirul Anam
Foto: PI-PJCI Gridnext Symposium 2026/Khoirul Anam

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Arsyadany Ghana Akmalaputri menyebut saat ini dunia ketenagalistrikan sedang mengalami perubahan yang sangat fundamental. Hal ini meliputi pertumbuhan kebutuhan energi, percepatan elektrifikasi, perkembangan kendaraan listrik, data center, hingga kehadiran sumber energi.

"Ini adalah momen transformasi karena sistem tenaga listrik masa depan tidak lagi hanya menghadapi tantangan untuk menyediakan energi yang lebih baik, tetapi kita harus membangun sistem yang mampu mengelola kompleksitas, beradaptasi secara cepat," ungkap dia dalam EPI-PJCI Gridnext Symposium 2026

Untuk itu jaringan listrik masa depan harus mampu membaca kondisi sistem secara lebih cerdas. Ketenagalistrikan juga harus mampu merespons perubahan secara fleksibel.

"Tentunya tetap tanggung atau resilient dalam menghadapi gangguan, serangan siber, serta menghadirkan pelayaran listrik yang semakin andal bagi masyarakat," tambah Arsyadany.

Dalam kondisi ini, smart grid menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Smart grid merupakan sistem jaringan distribusi listrik modern yang menggunakan teknologi digital dan komunikasi dua arah untuk memantau serta mengatur penggunaan energi secara otomatis dan efisien.

"Smart grid adalah transformasi cara kita mengelola energi. Karena ia menghubungkan teknologi, data, manusia, dan proses bisnis ini menjadi satu ekosistem yang mampu menjawab tantangan sistem tenaga di masa depan," tambah dia.

Arsyadany memaparkan smart grid dibangun melalui integrasi advanced distribution management system (ADMS), distributed energy resources management system (DELS), battery energy storage system, information application intelligence, serta analitik berbasis data.

"Maka smart grid ini akan memberikan kemampuan bagi sistem untuk melihat kondisi jaringan secara lebih menyeluruh dalam mengambil keputusan lebih cepat, serta mengoptimalkan operasi sistem secara lebih efisien," terang Arsyadany.

Untuk diketahui simposium Electric Power Indonesia ini merupakan bagian dari pameran Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026 yang digelar pada 3 hingga 12 September 2026. Adapun IEE Series terbagi dalam dua sektor yakni Energy Week pada 2-5 September dan Engineering Week pada 9-12 September.

Ajang pertemuan industri B2B terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema "Sustainability for Industrial Transformation" sebagaimana tema tahun lalu.

IEE Series 2026 mencatat peserta dari 39 exhibiting countries dan regions. Total area yang digunakan IEE Series selama dua minggu yakni seluas 108.000 m2, dengan area indoor seluas 68.000 m2, dan area outdoor seluas 40.000 m2.

 

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IEE Series 2026 Kembali Usung Tema Transformasi Keberlanjutan


Most Popular
Features