Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 13/09/2026 10:27 WIB
Foto: Ilustasi kapal laut (Foto: Thinkstock)

Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi pencarian besar-besaran resmi diaktifkan menyusul insiden hilang kontaknya kapal motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Kapal yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut membawa sekitar 240 orang di dalam manifesnya dan kini menjadi fokus utama evakuasi SAR gabungan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin pertama kali menerima laporan darurat pada pukul 04.10 WITA langsung dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Berdasarkan data komunikasi terakhir, kapal sempat melaporkan terjangan cuaca buruk sebelum akhirnya terputus kontak pada pukul 01.00 WITA. Titik koordinat terakhir (Last Known Position) terdeteksi di posisi 4°31'51.82" LS dan 114°02'06.88" BT dengan heading 203,94 derajat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, dengan estimasi waktu tempuh pelayaran sekitar lima jam, dikutip dari Instagram resmi Basarnas, Minggu (13/9/2026).


Pengerahan Armada Laut dan Logistik Canggih

Merespons situasi krisis ini, gerak cepat langsung dilakukan Kantor SAR Banjarmasin. Tepat pukul 04.30 WITA, enam personel rescue diberangkatkan menggunakan kendaraan taktis Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih.

Tim SAR kemudian melanjutkan penyisiran laut menggunakan armada utama KN SAR Laksmana 241. Kapal penyelamat ini dibekali perangkat tempur operasi lengkap, mulai dari peralatan water rescue, dua set perlengkapan selam, perangkat komunikasi taktis, perangkat internet satelit Starlink, hingga logistik pendukung keselamatan lainnya. Berdasarkan estimasi, armada laut tersebut dijadwalkan tiba di titik pencarian pada pukul 09.30 WITA.

Kekuatan Udara Diterjunkan

Tidak hanya mengerahkan kekuatan maritim, operasi pencarian ini turut diperkuat oleh armada udara milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Sebuah helikopter SAR jenis Dauphin AS 365 N3+ HR-3601 milik Wing Udara 2 Skuadron 400 Lanudal Juanda diterjunkan untuk mempercepat deteksi keberadaan kapal. Helikopter dengan nomor transponder 6301 tersebut dijadwalkan terbang melintasi rute pangkalan menuju wilayah sasaran di Banjarmasin.

Burung besi SAR ini memuat lima awak berpengalaman di bawah komando Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda selaku pilot dan Kapten Laut (P) Virnanda Steffy sebagai co-pilot, didukung oleh Letda Laut (T) Galis, Serda MPU Sugito, serta Kls MPU Gilang. Helikopter tersebut tercatat lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 08.22 WIB dan diproyeksikan mendarat di Banjarmasin pukul 10.31 WIB guna menyisir luasnya hamparan Laut Jawa dari udara.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Danantara Biayai Proyek Jangka Panjang Lewat DDMF, Ini Targetnya