MARKET DATA

PU Siapkan Rp1,15 Triliun Pulihkan Fasilitas di Aceh, Sumut dan Sumbar

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
10 September 2026 16:15
Jalur Lembah Anai resmi dibuka untuk seluruh jenis kendaraan mulai Senin (27/7), setelah sebelumnya mobilitas di kawasan tersebut terganggu akibat bencana. (Dok. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI))
Foto: Jalur Lembah Anai resmi dibuka untuk seluruh jenis kendaraan mulai Senin (27/7), setelah sebelumnya mobilitas di kawasan tersebut terganggu akibat bencana. (Dok. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI))

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan Rp1,156 triliun untuk penanganan prasarana strategis yang terdampak bencana di Sumatra pada 2027. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas dasar di tiga provinsi.

Program pemulihan mencakup Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Infrastruktur yang menjadi sasaran antara lain fasilitas kesehatan, peribadatan, madrasah, serta pondok pesantren.

"Dan yang ketiga, Program Penanganan Pascabencana sesuai amanat Inpres Nomor 18 Tahun 2025 dengan alokasi sebesar Rp1,156 triliun untuk 456 unit prasarana strategis yang difokuskan pada pemenuhan sebagian kebutuhan revitalisasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," ujar Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (10/9/26).

Penanganan tersebut masuk dalam agenda prioritas nasional 2027. Pekerjaan tidak hanya menyasar pembangunan kembali bangunan yang rusak, tetapi juga pemulihan layanan dasar masyarakat.

"Kegiatan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mendukung pencapaian Prioritas Nasional, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan prasarana pendidikan, kesehatan, olahraga, serta sarana pendukung pelayanan publik yang berkualitas," kata Kuswara.

Sebagian anggaran bencana ditempatkan pada kelompok prasarana pendidikan. Sementara porsi terbesar lainnya diarahkan untuk fasilitas kesehatan dan peribadatan yang masuk dalam prasarana permukiman.

"Penanganan Pascabencana Sumatra sebesar Rp0,145 triliun dengan target 105 unit prasarana pendidikan keagamaan," ujar Kuswara.

Untuk prasarana permukiman, kebutuhan pemulihan mencakup jumlah fasilitas yang jauh lebih besar. Alokasi tersebut diarahkan untuk berbagai fasilitas pelayanan dasar yang terdampak bencana.

"Penanganan Pascabencana Sumatra sebesar Rp1,011 triliun untuk 351 unit Prasarana Kesehatan dan Prasarana Peribadatan," tutur Kuswara.

Jika digabungkan, penanganan pascabencana menjadi salah satu pos utama dalam anggaran Ditjen Prasarana Strategis 2027. Program ini berjalan bersamaan dengan pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah keagamaan.

"Dari total Pagu Anggaran Ditjen Prasarana Strategis Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp32,57 triliun, pemanfaatan anggaran terutama untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebesar Rp26,302 triliun, Sekolah Keagamaan Rp2,5 triliun, kegiatan MYC sebesar Rp1,951 triliun, Penanganan Bencana Sumatra sebesar Rp1,156 triliun," kata Kuswara.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores Lewat Bantuan Kemanusiaan


Most Popular
Features