Bansos Bakal Lewat Rekening Gratis, Luhut: Tak Lagi Ada Subsidi Produk

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 15:30 WIB
Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, program pemberian rekening gratis bagi masyarakat Indonesia yang telah berusia 17 tahun juga akan dimanfaatkan untuk transformasi penyaluran bantuan sosial.

Ia mengatakan, melalui program itu nantinya penyaluran program-program perlindungan sosial termasuk bansos akan langsung ditransfer pemerintah kepada penerima, tidak lagi dalam bentuk bantuan barang, seperti subsidi produk tertentu.


"Nah, presiden kemarin juga kebetulan sudah berikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Luhut mengatakan, program pembuatan rekening bank gratis yang akan dikhususkan untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) maupun Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu akan turut menyasar masyarakat termiskin Indonesia, yang jumlahnya sekitar 50 juta orang.

"Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita.Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," papar Luhut.

Menurut Luhut, dana bansos yang akan ditransfer nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan hidup, mulai dari pembayaran tagihan listrik, beras, hingga bensin.

"Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan mengalokasikan kurang lebih Rp 11 triliun untuk menjalankan program pemberian rekening gratis kepada warga berumur 17 tahun ke atas.

"Totalnya kalau 200 juta penduduk berarti kira-kira sekitar Rp 11 triliun lah," kata Airlangga, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Meski begitu, dia belum bisa menjabarkan alokasi anggaran yang akan digunakan berasal dari APBN 2026 atau 2027. Pasalnya, saat ini masih dalam tahap pembahasan dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Anggaran nanti kita bahas, karena kan nggak semua langsung segitu (Rp11 triliun), kan nantinya itu secara bertahap," jelasnya.

Airlangga menjelaskan, program ini dijalankan sebagai sarana penyaluran berbagai program bantuan dari pemerintah. Rencananya program ini akan dimulai dalam waktu dekat.

"Kita siapkan. Mungkin nanti sesudah dirapatkan teknis, kita siapkan regulasinya, masuk ke dalam Dewan Nasional Keuangan Inklusif, kemudian baru sesudah itu kita buatkan timeline-nya," kata Airlangga.

Dalam program itu nantinya warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung mendapatkan rekening gratis dari bank BRI dan BSI. Nantinya, rekening itu akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan disiapkan sebagai bagian upaya memperluas inklusi keuangan nasional.

Menariknya, nanti setiap rekening yang dibuka akan langsung memperoleh saldo awal dari pemerintah senilai Rp 50 ribu. Dana itu juga dipastikan tidak boleh terpotong biaya administrasi maupun biaya lainnya.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Desil Penerima Berubah, Mensos Pastikan Bansos Tak Langsung Diputus