MARKET DATA

Pedagang Eceran Was-Was Penjualan Lesu hingga Januari 2027

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
10 September 2026 12:25
Pedagang berjaga diwarung eceran di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta,Senin 6/2. Harga minyak goreng terpantau bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, semakin menjauhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp14.000 p
Foto: Pedagang berjaga diwarung eceran di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta,Senin 6/2. Harga minyak goreng terpantau bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) menunjukkan potensi pelemahan sentimen penjualan barang eceran pada Oktober 2026 dan Januari 2027.

"Responden memprakirakan penjualan eceran pada Oktober 2026 dan Januari 2027 menurun," dikutip dari dokumen SPE BI, Kamis (10/9/2026).

Potensi penurunan penjualan eceran itu terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Oktober yang mengalami penurunan menjadi 143,9, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 148,3.

Sejalan dengan itu, IEP Januari 2027 tercatat turun menjadi 158,0, lebih rendah dibandingkan periode Desember 2026 yang sebesar 171,6.

SPE BI mencatat, turunnya ekspektasi penjualan eceran pada Oktober 2026 dan Januari 2027 lebih disebabkan perkiraan penjual terhadap normalisasi pola konsumsi masyarakat setelah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal.

"Responden menginformasikan bahwa penurunan pada IEP Januari 2027 dipengaruhi oleh normalisasi pasca HBKN Natal," sebagaimana tertulis dalam SPE BI.

Meski begitu, hingga Agustus 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) diprakirakan masih akan mengalami kenaikan, melanjutkan kenaikan indeks pada Juli 2026.

Angka IPR yang menggambarkan perkiraan penjualan eceran pada Agustus 2026 tercatat sebesar 224,6, atau masih mampu tumbuh sebesar 0,5% dibanding Agustus 2025. Namun, secara bulanan atau dibanding Juli 2026 turun tipis, karena angka indeksnya 224,9.

Sebagaimana diketahui, Survei penjualan eceran (SPE) merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 dan bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan PDB dari sisi konsumsi.

Sejak Januari 2015 survei dilakukan terhadap ± 700 pengecer sebagai responden dengan metode purposive sampling di 10 kota yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Denpasar.

Indeks Penjualan Riil (IPR) dihitung dengan menggunakan bobot komoditas berdasar tabel InputOutput (I-O) dan bobot kota berdasar pangsa konsumsi Rumah Tangga (RT) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap konsumsi RT Produk Domestik Bruto (PDB).

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI: Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 1,1%


Most Popular
Features