7 Photos
Nyaris 1.000 Tewas, Wabah Campak Terburuk Menggila di Sini
Wabah campak terburuk Bangladesh menewaskan 999 orang sejak Maret 2026. Rumah sakit kewalahan menangani lonjakan pasien anak di tengah krisis vaksinasi.
Pasien menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, Senin (7/9/2026). Bangladesh menghadapi wabah campak terburuk yang pernah tercatat setelah sebelumnya hampir berhasil mengeliminasi penyakit tersebut. Sebanyak 999 kematian terkait campak, baik yang diduga maupun terkonfirmasi, telah dilaporkan sejak Maret 2026. Rumah sakit kini kewalahan menangani lonjakan pasien anak di tengah keterbatasan sumber daya. (REUTERS/Stringer)
Menurut para ahli, wabah berkepanjangan ini dipicu terganggunya layanan imunisasi rutin pada 2024 dan 2025 akibat krisis politik yang melanda Bangladesh. Kondisi tersebut membuat banyak anak tidak mendapatkan vaksinasi secara optimal. Wabah tetap berlangsung meski pemerintah telah meluncurkan kampanye vaksinasi darurat nasional pada April 2026. (REUTERS/Stringer)
Bangladesh saat ini tercatat mengalami wabah campak terbesar di dunia berdasarkan daftar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Pejabat kesehatan menyebut gangguan pemberian dan pasokan vaksin membuat anak-anak rentan terinfeksi, terutama bayi di bawah sembilan bulan yang belum cukup umur untuk menerima vaksinasi rutin. (REUTERS/Stringer)
Kondisi tersebut juga menimbulkan beban besar bagi keluarga. Mohammad Ripon, seorang pekerja pabrik, mengatakan putrinya yang berusia delapan bulan mengalami ruam dan gejala menyerupai campak beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit. Keluarganya harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan sebelum mendapatkan kepastian mengenai kondisi sang anak. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
" Kami terus berpindah-pindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Kami sama sekali tidak mendapatkan informasi yang tepat," ujar Ripon. (REUTERS/Stringer)
Di saat bersamaan, rumah sakit juga menghadapi lonjakan kasus demam berdarah. Data kementerian kesehatan menunjukkan lebih dari 45.000 orang telah dirawat akibat demam berdarah sepanjang tahun ini. Pada Selasa (8/9/2026), tercatat sembilan kematian dan 1.571 pasien dirawat, yang menjadi angka harian tertinggi sepanjang tahun.(REUTERS/Stringer)
Pakar kesehatan masyarakat Abu Jamil Faisel menilai krisis campak dan demam berdarah mencerminkan kegagalan sistemik yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, LSM, dan media harus bersama-sama memperkuat respons kesehatan. "Ini adalah kegagalan kita semua—sebuah kegagalan kolektif," ujar Faisel. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)