Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 09/09/2026 17:33 WIB
Foto: (Instagram/menkeuri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memiliki sumber dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh yang telah direstrukturisasi.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan utang proyek Whoosh akan dicicil hingga sekitar 80 tahun dengan nilai pembayaran kurang dari Rp1 triliun per tahun. Menurutnya, nominal tersebut relatif kecil dibandingkan keuntungan badan layanan umum (BLU) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.


Satu BLU saja untungnya bisa Rp 3-Rp 4 triliun per tahun. Dengan mendistribusikan beban cicilan Whoosh ke 2 BLU atau Special Mission Vehicles Kemenkeu, Purbaya optimistis cicilan akan aman.

"Ada kan kalau kita lihat salah satu perusahaan apa yang salah satu yang BUMN (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang kita yang agak kecil aja untungnya setahun Rp 3-4 triliun. Kalau yang sedikit yang bisa. Tambah satu lagi ada yang untung Rp 6-7 triliun. Jadi cukup lah," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pernyataan Purbaya ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak melihat pembayaran cicilan utang Whoosh sebagai beban yang berat. Dengan demikian, nilai cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun, laba dari satu atau dua BUMN dinilai sudah cukup untuk menutup kebutuhan pembayaran tersebut.

Ketika ditanya apakah perusahaan yang dimaksud adalah Indonesia Investment Authority (INA) atau PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI yang akan mengelola utang Whoosh, Purbaya tidak memberikan jawaban tegas.

"Mungkin satu mungkin dua-duanya," ujarnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Sebut APBN Kuat Tanggung Subsidi Energi Saat Perang