Purbaya Bakal Bayar Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, tenor cicilan utang proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh mencapai 80 tahun.
Periode cicilan itu kata dia merupakan hasil restrukturisasi yang dilakukan antara Indonesia dengan pihak China selaku pemberi pinjaman.
"80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh restrukturisasi. Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya karena utangnya sudah direstrukturisasi," kata Purbaya di kawasan Jakarta Utara, dikutip Rabu (9/9/2026).
Purbaya mengatakan, tenor pembayaran utang yang mencapai 80 tahun itu akan dilunasi setiap tahunnya senilai Rp 1 triliun.
"Cicilannya Rp 1 triliun atau sedikit di bawah Rp 1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi ada yang rendah, tapi kalau kita lihat oh masih bisalah," papar Purbaya.
Dengan kewajiban senilai Rp 1 triliun itu, Purbaya percaya diri, dapat dilakukan oleh satu badan layanan umum (BLU) atau special mission vehicle (SMV) kelolaan Kementerian Keuangan.
"Kalau segini aja, cukuplah ditangani oleh satu SMV, satu perusahaan, SMV di bawah Kementerian Keuangan," tegas Purbaya.
Sebagaimana diketahui, pada 15 September 2026, Purbaya akan menunjukkan satu SMV Kementerian Keuangan untuk mengelola Whoosh, setelah diserahkan oleh BPI Danantara karena beban utang proyek Whoosh telah membebani neraca keuangan BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI).
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]