BRICS Selangkah Lagi 'Buang Dolar', Buat Mata Uang Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - BRICS tengah mengkaji mekanisme pembayaran lintas negara yang lebih murah dan cepat untuk memperlancar perdagangan antaranggota, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Sejumlah opsi yang dibahas mencakup penggunaan mata uang lokal, koneksi sistem pembayaran cepat, hingga mata uang digital bank sentral (CBDC).
Menjelang KTT BRICS di New Delhi pekan ini, sumber pemerintah India menyebut pembahasan tersebut diarahkan untuk memangkas biaya transaksi bilateral dan mendorong investasi di antara negara anggota. Mekanisme baru itu juga dirancang untuk melengkapi sistem pembayaran global yang sudah ada, bukan menggantikannya.
"Mekanisme ini tidak ditujukan untuk melawan negara atau kelompok negara tertentu," demikian sumber pemerintah India yang dikutip TASS, Rabu (9/9/2026).
"Fokus utama inisiatif tersebut adalah efisiensi perdagangan dan investasi," tambahnya.
Salah satu opsi yang mencuat adalah penyelesaian transaksi langsung menggunakan mata uang nasional serta menghubungkan jaringan pembayaran masing-masing negara. Skema ini dinilai dapat mengurangi kebutuhan menggunakan dolar AS maupun bank koresponden dalam transaksi lintas batas.
Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengatakan New Delhi lebih mendukung penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dibandingkan membentuk mata uang tunggal BRICS. Sikap tersebut sejalan dengan upaya India memperluas penggunaan rupee dalam transaksi internasional.
Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra juga mengungkapkan bahwa negara-negara BRICS sedang mempertimbangkan koneksi sistem pembayaran cepat dan CBDC. Pembayaran lintas batas, katanya, merupakan bidang yang menjadi perhatian semua termasuk BRICS.
"Karena kami merasa ada banyak peluang untuk menekan biaya," kata Malhotra.
India memiliki Unified Payments Interface (UPI), RuPay, dan Structured Financial Messaging System. Sementara itu, China mengoperasikan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Rusia memiliki System for Transfer of Financial Messages (SPFS) dan jaringan Mir sementara Brasil menjalankan sistem pembayaran instan Pix. Di luar itu, BRICS Pay yang didukung Dewan Bisnis BRICS juga telah mengeksplorasi penghubungan kanal pembayaran antaranggota.