MARKET DATA

Selisih Harga Rp18.000-an, Pertamina Waspadai Kebocoran Solar Subsidi

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
09 September 2026 13:05
(kiri-kanan) Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani dan Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (Tangkapan L
Foto: (kiri-kanan) Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani dan Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR PARLEMEN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga mewaspadai penyelewengan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi, khususnya solar subsidi. Saat ini, memang selisih harga solar subsidi dengan solar non subsidi terpaut jauh.

Sebagaimana diketahui, harga biosolar atau solar subsidi saat ini dibanderol Rp6.800 per liter, sedangkan jenis Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan disparitas harga antara kedua BBM itu bisa mencapai Rp18.000-an per liter.

"Nah in juga menjadi faktior yang harus kita antisiapsi untuk oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan ini, namun demikian kami terus berusaha mengirimkan distribusi yang terbaik agar hak-hak masyarakat memang berhak mendapatkan subsidi ini bisa mendapat dan terjaga sehingga pasokan BBM berjalan lancar," terang dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (9/9/2026).

Mars Ega menjelaskan, sesuai dengan Perpres 191/2014 bahwa BBM bersubsidi baik itu bensin maupun solar tidak boleh dipergunakan untuk sektor industri termasuk angkutan perkebunan hingga pertambangan.

"Jadi tadi yang dilaporkan adanya antrean angkutan tersebut pada intinya tidak boleh, oleh karena itu kami terima kasih ada satgas bersama, kami sedang proses koordinasi pengawasan bersama Mabespolri sehingga akan memperkuat langkah operasional di lapangan," tegas Mars Ega.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Konsumsi BBM Solar Subsidi Sudah Melebihi 50% per Juni 2026


Most Popular
Features