Sosok Eks Ketua DPR-Sepupu Presiden Ditangkap Korupsi Rp 2,1 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Ferdinand Martin Gomez Romualdez membuat heboh Filipina. Mantan Ketua DPR tetangga RI itu, yang juga sepupu langsung Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr ditangkap.
Penangkapan dilakukan saat dirinya dirawat di sebuah rumah sakit di Metro Manila. Romualdez sebelumnya telah dirawat di rumah sakit akibat gangguan kardiovaskular dan tekanan darah yang tidak stabil.
"Romualdez akan dipindahkan ke fasilitas penjara setelah dokter menyatakan kondisinya cukup stabil untuk keluar dari rumah sakit," tulis Xinhua.
Penangkapannya terkait korupsi proyek pengendalian banjir, infrastruktur, serta proyek pemerintah lainnya yang didanai melalui anggaran nasional periode 2022 hingga 2025. Kantor Ombudsman Filipina mengajukan dakwaan kasus penjarahan dana negara (plunder) terhadap Romualdez dan tiga orang lainnya yang melibatkan dana sebesar 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun).
Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Jonvic Remulla juga mengonfirmasi bahwa surat perintah tersebut telah diserahkan, Selasa. Ia menyatakan bahwa kebebasan Romualdez kini dibatasi.
Lalu Siapa Romualdez?
Merujuk media setempat Rappler, Rabu (9/9/2026) Romualdez sempat menjadi Ketua DPR di Kongres ke-19, di mana ia menang tanpa tertandingi pada Juli 2022. Ia menjadi anggota kongres Distrik 1 Leyte sejak 2019, posisi yang juga dipegangnya dari 2007 hingga 2016.
Lahir pada 14 November 1963, Romualdez adalah salah satu dari empat anak mendiang mantan gubernur Leyte dan duta besar Benjamin "Kokoy" Romualdez dan Juliette Romualdez. Dia adalah keponakan mantan ibu negara Imelda Marcos, saudara perempuan ayahnya, dan sepupu pertama Ferdinand Marcos Jr.
Romualdez juga merupakan presiden partai politik Lakas-Christian Muslim Democrats. Selain politik, Romualdez dan keluarganya juga dikenal karena kekayaan dan bisnisnya, serta terlibat dalam industri seperti media dan pertambangan.
Kekayaan Melonjak 3 Tahun Terakhir
Merujuk laporan ABS-CBN, Ombudsman Filipina menduga bahwa mantan Romualdez telah mengumpulkan kekayaan yang begitu besar dalam tiga tahun terakhir. Namun, ia mengubahnya menjadi aset lain, termasuk rumah mewah dan berbagai kepemilikan saham, yang tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan (SALN) miliknya.
Asisten Ombudsman, Mico Clavano, mengungkapkan bahwa Romualdez melakukan serangkaian transaksi selama periode tiga tahun, dari 2022 hingga 2025, di mana ia tersebut menerima dana sekitar 56 miliar peso hingga 57 miliar peso. Ia mencatat kekayaan itu diubah ke aset lain karena Romualdez "tidak bisa lagi menyembunyikan uang tersebut".
"Karena jumlah uangnya begitu banyak hingga tidak bisa lagi disembunyikan, ia harus mengubah bentuknya. Ia membeli begitu banyak rumah mewah dan kepemilikan saham semata-mata agar tidak perlu menyimpan uang tunai itu. Ia harus segera mengubah uangnya menjadi aset nyata yang tidak kami temukan dalam SALN miliknya," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan DZMM.
Berdasarkan penyelidikan Ombudsman, staf dari mantan anggota DPR, ada 15 kali penyerahan dana kepada orang-orang kepercayaan Romualdez di berbagai lokasi rumah antara bulan September 2022 hingga 2025. Lembaga antikorupsi tersebut menyatakan bahwa penerimaan bulanan Romualdez dari Co mencapai 2 miliar peso.
Mereka menambahkan bahwa hampir P5 miliar dari uang suap tersebut digunakan untuk mendirikan perusahaan fiktif, yang kemudian menjadi sarana transfer uang untuk pembelian properti dan aset. Ombudsman juga menyebutkan bahwa uang tersebut ditukarkan ke mata uang lain melalui perusahaan penukaran valuta asing.
"Ombudsman memiliki 42 saksi yang memberatkan Romualdez, termasuk 28 saksi baru dan 14 mantan pengawal," tambahnya.