FOTO

Penampakan Pekerja di DKI Kompak Bermasker Efek Abu Vulkanik Krakatau

CNBC Indonesia/Faisal Rahman, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 17:43 WIB

Pekerja di Jakarta tetap beraktivitas memakai masker di tengah paparan abu Anak Krakatau. Kemnaker kaji opsi WFH bagi pekerja swasta.

1/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pekerja swasta terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

2/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Jakarta agar tetap memakai masker saat berada di luar ruangan. Sebab, meski konsentrasinya mulai menurun, debu vulkanik sisa erupsi Gunung Anak Krakatau membaur dengan polusi perkotaan di Jakarta. Ditambah lagi, saat ini Indonesia masih berada di puncak musim kemarau yang kering. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

3/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai membahas skema Work From Home (WFH) bagi pekerja swasta menyusul paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

4/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan pihaknya masih memantau sejauh mana dampak paparan abu vulkanik terhadap masyarakat dan pekerja. Terkait kemungkinan imbauan kepada perusahaan swasta untuk menerapkan WFH, Afriansyah menyebut opsi tersebut masih terbuka, namun Kemnaker masih menunggu perkembangan kondisi dan arahan lebih lanjut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

5/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Para pekerja tersebut tetap beraktivitas di luar ruangan dengan mengenakan masker sebagai upaya mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

6/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Tim pengamatan gunung api Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa siang ini, 8 September 2026. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih di level III atau Siaga. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

7/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 September 2026 pukul 11:34 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 17 detik," demikian mengutip laporan tim pengamatan gunung api Badan Geologi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

8/8 Sejumlah pekerja swasta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level III Siaga. Dengan rekomendasi, masyarakat/ pengunjung/ wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tegas Badan Geologi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)