FOTO Internasional

Belajar dari Pengalaman, Tetangga RI Siap-Siap Lawan Kebakaran Hutan

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 09:10 WIB

Australia bersiap menghadapi musim kebakaran hutan akibat El Nino yang memicu cuaca panas dan kering.

1/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran terkendali untuk mengurangi risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, Senin lalu. Upaya mitigasi ini dilakukan saat petugas meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kebakaran hutan di tengah kenaikan suhu dan kondisi yang lebih kering akibat fenomena El Nino kuat. (REUTERS/Hollie Adams)

2/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Forestry Corporation of New South Wales adalah badan usaha milik pemerintah negara bagian New South Wales (NSW), Australia, yang mengelola hutan negara dan kegiatan kehutanan komersial. Badan ini memperkirakan musim kebakaran saat ini berpotensi lebih sibuk dari biasanya. Meski demikian, petugas menegaskan kondisi saat ini masih terkendali dan tidak ada alasan untuk panik. (REUTERS/Hollie Adams)

3/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

"Tahun ini kami bersiaga namun tidak panik. Prakiraan menunjukkan kemungkinan musim kebakaran yang lebih sibuk dari biasanya karena kondisi akan cukup kering dan panas," ujar Komandan sektor Forestry Corporation of New South Wales, Alex Capararo. (REUTERS/Hollie Adams)

4/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Pihak berwenang juga melakukan pembakaran terkendali di sejumlah kawasan hutan untuk mengurangi vegetasi yang mudah terbakar. Langkah tersebut dilakukan guna membatasi penyebaran api apabila kebakaran hutan terjadi. (REUTERS/Hollie Adams)

5/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Kewaspadaan Australia diperkuat oleh pengalaman kebakaran besar pada 2019-2020 atau dikenal sebagai "Black Summer". Bencana tersebut menghanguskan wilayah seluas Turki dan menewaskan 33 orang. (REUTERS/Hollie Adams)

6/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Capararo menilai musim kebakaran kali ini kemungkinan akan cukup sibuk, tetapi tidak separah periode 2019-2020. Pengalaman tersebut masih menjadi pertimbangan penting bagi petugas dalam menilai keselamatan, kondisi lapangan, dan perilaku api. (REUTERS/Hollie Adams)

7/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Kekhawatiran juga muncul setelah musim panas ekstrem melanda Eropa. Inggris mencatat musim panas terpanas sejak pencatatan dimulai, sementara Italia mengalami musim panas terhangat dalam 75 tahun terakhir dan sejumlah wilayah dilanda kebakaran hutan hebat. (REUTERS/Hollie Adams)

8/8 Harry Mortensen, seorang petugas pemadam kebakaran musiman dari Forestry Corporation New South Wales, membawa obor tetes saat melakukan pembakaran untuk pengurangan risiko kebakaran di Hutan Negara Bagian Uffington dekat Clarence Town, Australia, pada 7 September 2026. (REUTERS/Hollie Adams)

Menurut Biro Meteorologi Australia, puncak bahaya kebakaran biasanya dimulai pada pertengahan Oktober di wilayah utara New South Wales dan pada Desember di bagian selatan. Petugas kini mempersiapkan diri menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran akibat cuaca panas dan kering. (REUTERS/Hollie Adams)