MARKET DATA
Internasional

Inggris Rapat Darurat, 2.800 Warga Meninggal-45 Juta Terdampak

sef,  CNBC Indonesia
12 August 2026 16:50
Perdana Menteri Inggris yang baru dilantik, Andy Burnham, tampak memperhatikan saat menyampaikan pidato di luar 10 Downing Street setelah resmi menjabat, di London, Inggris, 20 Juli 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)
Foto: Perdana Menteri Inggris yang baru dilantik, Andy Burnham, tampak memperhatikan saat menyampaikan pidato di luar 10 Downing Street setelah resmi menjabat, di London, Inggris, 20 Juli 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris kini menghadapi kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang panas kelima sepanjang tahun ini, kekeringan meluas, serta ancaman kebakaran hutan. Pemerintah Inggris pun menggelar rapat darurat untuk membahas langkah penanganannya, Rabu (12/8/2029).

Mengutip Reuters, Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham akan memimpin rapat untuk membahas langkah-langkah penanggulangan. Perlu diketahui, suhu di Inggris kemungkinan akan mencapai sekitar 37 derajat Celcius mulai hari Kamis.

"Kami akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat, melindungi pasokan air, mendukung komunitas petani, dan menjaga lingkungan," kata juru bicara kantor PM Inggris, Downing Street.

Sebagian besar wilayah Inggris mengalami kekeringan mendadak yang disebabkan oleh kombinasi curah hujan yang sangat rendah dan suhu yang lebih tinggi. Inggris dan Wales mencatat bulan Juli terkering dalam 190 tahun, kata Met Office.

Sekitar 45 juta orang terdampak karena tinggal di daerah yang dilanda kekeringan sementara 27 juta orang menghadapi pembatasan penggunaan air. Otoritas kesehatan memperkirakan 2.877 orang di Inggris meninggal akibat cuaca panas tahun ini.

Sementara itu, kepala pemadam kebakaran mengatakan mereka telah merespons 966 kebakaran hutan di seluruh Inggris dan Wales tahun ini, termasuk 185 kebakaran dalam 10 hari pertama bulan Agustus saja. Sementara industri pertanian telah memperingatkan akan adanya penurunan produksi.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dunia Dihantam Neraka Bolong, Sekjen PBB Beri Ramalan Mengerikan


Most Popular
Features