4 Photos
Penampakan Beras Fortifikasi Penuhi Ritel Modern, Dipatok Harga Segini
Beras fortifikasi dijual hingga Rp145.000 per 5 kg, jauh di atas HET. Bapanas menemukan produk berlabel fortifikasi yang diduga tak sesuai standar.
Stok beras khusus dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026). Beras fortifikasi dengan klaim tambahan vitamin dan manfaat kesehatan kini semakin mudah ditemukan di gerai ritel modern. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Selain label fortifikasi, sejumlah produk juga mencantumkan varian khusus seperti long grain, short grain, hingga pulen. Pantauan CNBC Indonesia, Senin (7/9/2026), beras dengan label mengandung berbagai jenis vitamin ini dibanderol Rp98.500 untuk kemasan 5 kg, atau sekitar Rp19.700 per kg, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premdium yang ditetapkan pemerintah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Di tempat lain, harga beras dengan berbagai klaim serupa juga jauh melampauai HET beras premium dan medium. Sejumlah produk bahkan dijual Rp63.500 hingga Rp72.800 per kemasan 2,5 kilogram dan ada yang mencapai Rp145.000 per kemasan 5 kilogram. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025, HET beras medium ditetapkan Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Pantauan di sejumlah gerai ritel modern di Jakarta menunjukkan beras yang dijual sesuai HET cenderung tersedia dalam kemasan lebih besar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menduga sebagian produsen mengalihkan penjualan dari beras premium ke beras fortifikasi untuk memperoleh margin keuntungan lebih besar. Hal ini lah yang jadi dasar adanya dugaan semakin minimnya beras medium dan predimum tanpa embel-embel tertentu di gerai-gerai ritel modern. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Di sisi lain, Amran mengungkapkan adanya temuan sejumlah beras yang dipasarkan sebagai beras dengan fortifikasi, tetapi hasil pemeriksaan awal laboratorium disebut tidak memenuhi standar fortifikasi. Amran mengatakan produk tersebut mencantumkan klaim kandungan vitamin, namun kandungan yang dijanjikan tidak ditemukan dalam pemeriksaan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Bapanas mencatat harga beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat rata-rata mencapai Rp23.385 per kilogram, sedangkan harga beras pembanding sekitar Rp13.689 per kilogram. Selisih harga tersebut mencapai sekitar Rp9.695 per kilogram dan dinilai berpotensi merugikan konsumen. Amran juga tengah menyelidiki dampak tingginya harga beras fortifikasi terhadap inflasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Amran menilai selisih harga yang besar dapat memberikan tekanan terhadap inflasi apabila produk dengan harga tinggi tersebut beredar dalam jumlah besar. Terkait hasil pengujian laboratorium, Amran pada Senin (7/9/2026) mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dan belum memastikan kapan akan diumumkan. Ia meminta masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut terkait dugaan beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan klaim pada label. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)