Kementerian PU Mau Bangun 200,44 Km Jalan-2.141 M Jembatan, Kapan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan pagu indikatif sebesar Rp37,30 triliun untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan pada 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat konektivitas, menjaga kondisi jalan nasional, hingga mendukung akses masyarakat di berbagai daerah.
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menyebut pemerintah menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 200,44 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 932,71 km, serta pembangunan dan penggantian jembatan.
"Target pembangunan infrastruktur 2027 dengan pagu indikatif Bina Marga sebesar Rp37,30 triliun adalah untuk pembangunan jalan sepanjang 200,44 km, peningkatan kapasitas dan preservasi sepanjang 932,71 km, pembangunan jembatan sepanjang 2.141 meter, preservasi efektif jembatan sepanjang 16.925,96 meter, pembangunan flyover, underpass, dan terowongan sepanjang 456,38 meter," kata Roy dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Senin (7/9/2026).
Selain pembangunan jalan dan jembatan berskala besar, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk infrastruktur yang langsung menghubungkan masyarakat di daerah. Salah satunya melalui program pembangunan jembatan gantung berbasis masyarakat.
Untuk program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,12 triliun. Dana itu digunakan untuk membangun 128 unit jembatan gantung yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Untuk usulan pelaksanaan mendukung infrastruktur berbasis masyarakat, dialokasikan pembangunan jembatan gantung sebanyak 128 unit dengan anggaran total sebesar Rp1,12 triliun. Rinciannya di Pulau Sumatera sebanyak 28 unit, Pulau Jawa dan Bali 44 unit, Pulau Kalimantan 18 unit, Pulau Sulawesi 20 unit, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara 8 unit, dan Pulau Papua sebanyak 10 unit," ujar Roy.
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses konektivitas, terutama di wilayah yang kondisi geografisnya membuat pembangunan jembatan permanen berskala besar tidak selalu mudah dilakukan.
Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan peningkatan konektivitas melalui jalan bebas hambatan. Pembangunan jalan tol pada 2027 ditargetkan mencapai 13,50 km, sementara panjang jalan tol yang beroperasi secara kumulatif ditargetkan mencapai 1.380 km.
"Untuk peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan sepanjang 13,50 km yaitu Patimban Access Toll Road, Semarang-Demak Toll Road, dan WTC Dek West Side. Kemudian pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.603 km dan pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 565.228 meter," kata Roy.