FOTO

Penampakan Hujan Abu Selimuti Bandar Lampung Usai Krakatau Meletus

CNBC Indonesia/Tri Susilo, CNBC Indonesia
Minggu, 06/09/2026 09:15 WIB

Erupsi Anak Krakatau memicu hujan abu di Bandar Lampung sejak Sabtu malam. Abu menyelimuti kendaraan dan permukiman.

1/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sejumlah warga di Kota Bandar Lampung, Lampung, melaporkan hujan abu vulkanik berupa debu halus berwarna gelap sejak Sabtu (5/9/2026) malam. Abu tersebut menyelimuti lantai permukiman hingga mengganggu jarak pandang pengendara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

3/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sejumlah warga mengeluhkan paparan debu vulkanik yang menempel di kendaraan dan pakaian mereka. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

4/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Beberapa Kendaraan yang terpakir terlihat diselimuti abu vulkanik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

5/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Tak hanya itu, abu vulkanik yang terbawa angin juga menyelimuti tangga darurat di salah satu hotel di Lampung. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

6/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya paparan debu vulkanik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

7/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sebaran abu yang terbawa angin dikhawatirkan menurunkan kualitas udara, memperpendek jarak pandang, serta memicu gangguan saluran pernapasan (ISPA). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

8/8 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut mulai berdampak langsung ke wilayah daratan Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan hanya memantau pembaruan informasi dari saluran resmi pemerintah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)