Bursa Mineral Jalan 1 Januari 2027, Perkuat Posisi RI di Pasar Global

Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
Jumat, 04/09/2026 20:15 WIB
Foto: Vale

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama mineral dunia, sekaligus membuka jalan bagi Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjadi penerima harga atau price taker, tetapi mulai berperan sebagai penentu harga atau price setter di pasar global.

Bagi Indonesia, langkah ini memiliki arti penting seiring besarnya peran industri mineral dalam perekonomian nasional. Indonesia juga memiliki PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID sebagai Holding BUMN Industri Pertambangan yang mengelola sejumlah komoditas mineral strategis.

Dengan demikian, penguatan ekosistem perdagangan, transparansi transaksi, dan pembentukan referensi harga di dalam negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tawar industri mineral nasional.


Dukungan terhadap rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis tersebut pun datang dari pelaku industri.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah membangun sistem perdagangan komoditas yang lebih transparan.

Menurut Arif, industri juga memiliki kepentingan untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia diperdagangkan secara sehat dan terhindar dari praktik under-invoicing maupun transfer pricing.

FINI bersama sejumlah asosiasi lain telah membentuk task force untuk memberikan masukan kepada DSI dalam penyusunan platform yang tengah dikembangkan.

"Siapa sih yang rido sumber daya kita ada under-invoicing kemudian transfer pricing, kan enggak juga. Kita enggak rido juga. Dari sisi asosiasi, dari FINI kami dukung," ucap Arif, Jumat (4/9/2026).

Arif menilai pembentukan referensi harga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekosistem perdagangan mineral nasional. Menurut dia, rencana Bursa Mineral Indonesia juga berkaitan dengan kebutuhan Indonesia untuk memiliki acuan harga sendiri.

"Bursa Mineral Indonesia saya kira tujuannya ke situ ya kalau apa yang disampaikan Pak Prabowo. Kita harus menentukan itu," ujarnya.

Penguatan mekanisme perdagangan dan pembentukan referensi harga domestik pada akhirnya dapat memperkuat posisi pelaku industri mineral nasional, terutama perusahaan yang memiliki portofolio komoditas strategis dan berperan besar dalam rantai pasok mineral Indonesia.

Dengan membangun bursa sendiri, Indonesia dinilai tidak hanya berupaya meningkatkan transparansi transaksi, tetapi juga membangun infrastruktur pasar yang dapat mendukung terbentuknya harga komoditas dari dalam negeri.

Langkah tersebut menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan daya tawar Indonesia dan mendorong pergeseran posisi dari price taker menuju global price setter bagi komoditas strategis.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pemerintah ingin membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai instrumen perdagangan sendiri. Bursa tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan Indonesia Reference Price, sehingga Indonesia memiliki referensi harga untuk berbagai komoditas utama ekspor.

Kepala Negara mengatakan Indonesia selama puluhan tahun telah menjadi salah satu produsen berbagai komoditas penting dunia, termasuk nikel, timah, batu bara dan emas. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memiliki instrumen perdagangan sendiri agar tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan harga komoditas.

"Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin jadi Indonesia tempat komoditas diperdagangkan," ujar Prabowo.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengatakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nantinya dapat berjalan beriringan dengan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, bursa mineral dapat menjadi mekanisme perdagangan yang memperkuat transparansi sekaligus mendukung pembentukan harga secara terbuka.

"Bursa mineral ini kan sifatnya lebih spot, spot market," kata Rosan.

Rosan mengatakan pengembangan fitur bursa perlu disesuaikan dengan karakteristik perdagangan mineral. Kehadiran bursa tersebut diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola transaksi, termasuk membuat pembentukan harga dapat dilihat secara terbuka oleh berbagai pihak.

Menurut dia, bursa mineral memiliki fungsi yang melengkapi instrument ekosistem mineral di Indonesia. Bursa mineral diharapkan menjadi instrumen perdagangan dan pembentukan harga yang lebih terbuka.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Jurus Penguatan Mineral, Mendorong Hilirsasi & Peningkatan Nilai Tamba